Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konteks Perspektif di Media Masih Cerminkan Budaya Patriarkal

Literasi gender para pemimpin di perusahaan media dinilai masih tergolong rendah, bahkan di kalangan pemimpin perempuan sendiri. Hal tersebut berpengaruh kepada perspektif dan hasil pemberitaan di media, yang masih mencerminkan budaya patriarkal.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 09 April 2021  |  11:41 WIB
Women Lead Forum 2021 adalah sebuah ajang untuk mendukung perempuan pekerja dan mendorong terciptanya kesetaraan gender di tempat kerja, yang digelar pada 7 dan 8 April 2021.  - Women Lead Forum 2021
Women Lead Forum 2021 adalah sebuah ajang untuk mendukung perempuan pekerja dan mendorong terciptanya kesetaraan gender di tempat kerja, yang digelar pada 7 dan 8 April 2021. - Women Lead Forum 2021

Bisnis.com, JAKATA - Literasi gender para pemimpin di perusahaan media dinilai masih tergolong rendah, bahkan di kalangan pemimpin perempuan sendiri. Hal tersebut berpengaruh kepada perspektif dan hasil pemberitaan di media, yang masih mencerminkan budaya patriarkal.

Usman Kansong, Direktur Pemberitaan Media Group, mengatakan lembaga-lembaga pengawas media seperti Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih belum berfungsi secara optimal dalam konteks perspektif gender.

“Alih-alih mengadvokasi isu-isu gender, dua lembaga ini lebih banyak melarang. Misalnya KPI jadi mengatur hal-hal berbau agama, misalnya olahraga loncat indah [tubuh atletnya] di-blur. Perempuan yang pasti pakai baju renang, masa disensor?” ujarnya dalam Women Lead Forum 2021, Jumat (9/4/2021).

Terkait masih tidak seimbangnya proporsi perempuan jurnalis dan pemimpin di perusahaan media, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis mengatakan ada norma dan budaya yang menghambat perempuan jurnalis dalam meniti kariernya, seperti beban domestik dan pola kerja yang tidak ramah perempuan.

“Ada ekosistem yang harus dibangun untuk mendukung perempuan mencapai posisi tinggi di kantor media, yaitu dari keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Misalnya, dulu saya sering harus pulang jam 12 malam. Mungkin tetangga nanya, ini kerjanya apa? Jika punya pasangan yang tidak mendukung, pasti tidak boleh,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Magdalene.co Devi Asmarani mengatakan bahwa selain pengarusutamaan perspektif gender di media, konsumen media perlu diberdayakan agar lebih kritis dan mengetahui kekuatan mereka untuk mendorong media lebih baik.

“Konsumen media harus mengetahui bahwa mereka layak mendapatkan yang lebih baik dan mengonsumsi media yang tidak mengekslusi kelompok lain, atau gender tertentu. Konsumen harus lebih banyak menuntut media untuk berubah,” ujarnya.

Astiti Sukatrilaksana, Head of Human Resource Unit UNDP Indonesia, mengatakan perusahaan perlu merekrut para pemimpin yang memiliki keberpihakan kepada kelompok marginal atau rentan seperti perempuan.

“Pemimpin seperti itu dapat membangun lingkungan kerja yang saling menghormati antara rekan kerja yang memiliki gender yang berbeda, posisi/level, usia yang berbeda guna mengatasi ketidaksetaraan gender,” ujarnya.

UNDP Indonesia pada 2020 menerima Gold Gender Equality Seal Certification, yakni penghargaan dan pengakuan dunia usaha serta organisasi multilateral yang menyatakan bahwa program dan mesin penjalan UNDP di Indonesia telah mempromosikan kesetaraan gender.

Women Lead Forum 2021 adalah sebuah ajang untuk mendukung perempuan pekerja dan mendorong terciptanya kesetaraan gender di tempat kerja, yang digelar pada 7 dan 8 April 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gender keterwakilan perempuan Pretty Woman
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top