Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perhatikan Hal Ini Sebelum Operasi Jantung

Penyakit kardiovaskuler seperti jantung koroner masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ini, penting untuk mendapat penanganan yang tepat.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  19:17 WIB
Ilustrasi seranga jantung - istimewa
Ilustrasi seranga jantung - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit kardiovaskuler seperti jantung koroner masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ini, penting untuk mendapat penanganan yang tepat. Salah satunya melalui operasi jantung bypass (CABG).

“Tindakan ini dilakukan dengan menyambungkan pembuluh darah yang sehat sebagai jalur baru untuk mengalirkan darah ke pembuluh darah yang tersumbat atau mengalami penyempitan,” ujar Dokter Spesialis Bedah Thorax dan Kardiovaskular di RSUI Muhammad Arza Putra, Kamis (6/5/2021)

Kendati demikian, tidak semua pasien katanya dapat dilakukan operasi bypass. Arza menyebut ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, antara lain pasien dengan penyempitan pembuluh darah yang berat atau penyumbatan pembuluh darah jantung/koroner.

Kemudian penyempitan terjadi pada lebih dari tiga pembuluh darah jantung/koroner, nyeri dada berat, dan serangan jantung yang tidak dapat diobati dengan terapi obat-obatan.

"Tim dokter juga akan melakukan melakukan pemeriksaan secara detail sebelum memutuskan apakah pasien membutuhkan operasi jantung atau tidak," tegasnya.

Di era pandemi, pasien yang akan melaksanakan operasi jantung juga harus dipastikan tidak sedang terinfeksi Covid-19. “Jika menderita Covid-19, operasi jantung ditunda minimal tujuh minggu setelah sembuh dari Covid-19.” kata Arza

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan jantung dan butuh perbaikan selama beberapa minggu setelah sembuh, apabila operasi dilakukan terburu-buru dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Tim dokter akan memastikan bahwa pasien telah sembuh dari Covid-19 dan direncanakan untuk operasi jantung pada waktu yang tepat, sehingga pasien tidak perlu khawatir untuk melakukan operasi jantung saat pandemi.

Arza juga menginfokan ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum operasi jantung. Pertama, stop merokok dua minggu sebelum operasi. Kedua, hentikan penggunaan obat pengencer darah sebelum operasi.

Ketiga, pemeriksaan komprehensif seperti rekam jantung, foto rontgen, dan laboratorium sebelum operasi. Keempat, puasa satu hari sebelum operasi.

Kelima, swab PCR Covid-19 sebelum operasi elektif/terjadwal. Semua informasi terkait operasi katanya akan dijelaskan kepada pasien sebelum operasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit jantung penyakit kardiovaskular
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top