Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lakukan Hal Ini Jika Ada Tanda Serangan Jantung Saat Bersepeda

Orang yang bersepeda secara rutin setidaknya dapat menurunkan 15 persen risiko serangan jantung dibandingkan dengan yang tidak bersepeda. Selanjutnya, jika bersepeda selama 40 menit sehari selama 5 kali seminggu mka dapat mengurangi risiko terkena penyakit secara signifikan sebesar 50 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak berolahraga atau bergerak aktif.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 06 April 2021  |  11:14 WIB
Bersepeda bermanfaat untuk kesehatan. - Istimewa
Bersepeda bermanfaat untuk kesehatan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Olahraga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun tubuh, terutama di masa pandemi ini sekaligus dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Berdasarkan data, orang yang bersepeda secara rutin setidaknya dapat menurunkan 15 persen risiko serangan jantung dibandingkan dengan yang tidak bersepeda. Selanjutnya, jika bersepeda selama 40 menit sehari selama 5 kali seminggu mka dapat mengurangi risiko terkena penyakit secara signifikan sebesar 50 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak berolahraga atau bergerak aktif.

Meski demikian, rupanya tak sedikit kejadian serangan jantung saat bersepeda. Serangan jantung sendiri (heart attack) yaitu tersembatnya aliran darah menuju jantung sehingga menghentikan suplai oksigen ke jantung. Adapun henti jantung yaitu terganggunya pemompaan darah ke jantung.

Raja Sapta Oktohari, Ketua Komite Olimpiade Indonesia mengatakan bahwa peristiwa serangan jantung saat bersepeda biasanya disebabkan karena kurangnya kesadaran diri akan kondisi kesehatan.

Untuk itulah, Yayasan Jantung Indonesia, PERKI, dan NOC Indonesia mengeluarkan buku saku Cara Tepat Bersepeda Untuk Kesehatan Jantung yang berisikan tentang tips bersepeda untuk kesehatan jantung.

Di dalam buku saku tesebut dijelaskan bahwa orang yang beresiko dengan penyakit kardiovaskular sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Sementara itu, bagi yang tidak memiliki faktor berisiko, sebaiknya menjalani kegiatan bersepeda secara bertahap dengan mempertimbangkan Frequency, Intensity, Time, dan Type (FITT).

Lantas siapa saja orang yang beresiko mengalami serangan jantung?

1. Orang yang kembali berolahraga setelah sekian lama vakum dari aktivitas fisiknya. Sering kali seseorang yang sudah lama vakum ini saat kembali bersepeda dia akan melakukan aktivitas yang sama seperti saat masih aktif berolahraga, padahal ini membahayakan.

2. Orang yang pernah pingsan tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas. Ini merupakan tanda-tanda awal gangguan terhadap fungsi jantung

3. Atlet yang berusaha meningkatkan performa secara berlebihan. Terkadang, tuntunan peningkatan performa membuat atlet memaksa fisik melebihi kemampuannya baik secara fisik maupun artifisial, padahal ini justru membahayakan.

Lantas, jika tiba-tiba merasakan tanda-tanda serangan jantung saat berolahraga, maka yang harus dilakukan adalah

1. Ambil posisi duduk, jangan panik karena panik akan membuat irama jantung dan tensi makin naik
2. Jika pandangan sudah mulai kabur, segera berbaring karena akan membuat distribusi aliran datah akan menjadi lancar termasuk ke otak
3. Kemudian tenangkan diri dan coba pegang nadi dan hitung denyutnya apakah teratur atau tidak
5. Jika keluhan masih berlanjut, segera cari pertolongan dan bawa ke rumah sakit.

Adapun tanda-tanda serangan jantung yang perlu diketahui yakni detak jantung tidak teratur, rasa tidak nyaman di bagian dada, keringan berlebihan, mual mulas atau nyeri di bagian perut, gapang lelah, dan nyeri yang menyebar sampai ke lengan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda serangan jantung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top