Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Itu Badai Sitokin? Kondisi Raditya Oloan Sebelum Meninggal Dunia

Pendeta muda Raditya Oloan Panggabean meninggal dunia akibat badai sitokin setelah terinfeksi Covid-19. Apa sebenarnya sindrom dan gejala Badai Sitokin?
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  14:31 WIB
Pendeta Raditya Oloan Panggabean meninggal dunia akibat badai sitokin setelah terinfeksi Covid-19  -  Instagram Raditya Oloan
Pendeta Raditya Oloan Panggabean meninggal dunia akibat badai sitokin setelah terinfeksi Covid-19 - Instagram Raditya Oloan

Bisnis.com, JAKARTA - Raditya Oloan Panggabean, suami dari artis Joanna Alexandra meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021) setelah mendapatkan perawatan di intensive unit care (ICU) akibat Covid-19.

Padahal, Raditya sudah dinyatakan negatif dari Covid-19 yang dideritanya. Namun, kondisi pria yang kini menjadi pendeta tersebut memburuk karena memiliki badai sitokin.

Joanna juga menjelaskan jika suaminya memiliki penyakit asma komorbid yang harus membuatnya dirawat intensif diruang ICU RSD Wisma Atlet.

Lantas, apa itu badai sitokin?

Badai sitokin merupakan lonjakan kadar sitokin dalam tubuh pasien Covid-19 mengakibatkan reaksi hipersensitivitas yang akhirnya mengakibatkan disfungsi organ dan kematian.

Dilansir dari verywellhealth, secara umum badai sitokin adalah rangkaian respons imun yang berlebihan yang dapat menyebabkan masalah serius. Sistem kekebalan mengandung banyak komponen berbeda yang membantu Anda melawan infeksi. Ini mencakup berbagai jenis sel yang berkomunikasi satu sama lain melalui molekul pensinyalan.

Dalam keadaan normal, sitokin ini membantu mengoordinasikan respons sistem kekebalan Anda untuk menangani zat yang dapat menyebabkan infeksi, seperti virus atau bakteri. Masalahnya, terkadang respons peradangan tubuh tidak terkendali sehingga menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan.

Pada orang yang mengalami sindrom ini, sitokin tertentu hadir dalam darah dalam jumlah yang lebih tinggi dari biasanya. Pada penderita Covid-19, peningkatan beberapa sitokin inflamasi tampaknya terlibat dalam perkembangan sindrom gangguan pernapasan akut, penyebab utama kematian pada orang yang menderita penyakit akibat infeksi virus Corona.


Gejala Sindrom Badai Sitokin

Badai sitokin dapat menyebabkan banyak gejala berbeda. Terkadang hanya gejala ringan seperti flu. Di lain waktu, ini bisa parah dan mengacam nyawa. Berikut gejala badai sitokin yang perlu Anda waspadai:

• Demam dan menggigil
• Kelelahan
• Pembengkakan pada ekstremitas
• Mual dan muntah
• Nyeri otot dan persendian
• Sakit kepala
• Ruam
• Batuk
• Sesak napas
• Nafas cepat
• Kejang
• Getaran
• Kesulitan mengoordinasikan gerakan
• Kebingungan dan halusinasi
• Kelesuan dan daya tanggap yang buruk


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top