Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pernyataan Gal Gadot soal Israel-Palestina Disorot Warganet, Kenapa?

Gal Gadot mengatakan Israel dan Palestina berhak hidup sebagai bangsa yang bebas dan aman. Lantas, apa yang membuat pernyataannya di media sosial disorot?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Mei 2021  |  08:59 WIB
Aktris pemeran Wonder Woman Gal Gadot - Istimewa
Aktris pemeran Wonder Woman Gal Gadot - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gal Gadot, aktris pemeran Wonder Woman, menjadi sorotan warganet lantaran unggahannya di media sosial ihwal ketegangan yang tengah terjadi antara Israel dan Palestina.

Wanita berusia 36 tahun itu merilis sebuah pernyataan yang diunggah melalui laman Twitter dan Instagramnya tentang ketegangan antara Israel dan Palestina, pada Rabu (12/5/2021) waktu setempat.

Gal Gadot, yang diketahui lahir di Israel dan pernah menjalani wajib militer selama dua tahun sebagai tentara di pasukan pertahanan Israel, mengatakan prihatin dengan kondisi yang saat ini terjadi di negaranya Israel.

"Hati saya hancur. Negara saya sedang berperang. Saya mengkhawatirkan keluarga saya dan teman-teman saya. Saya khawatir untuk orang-orang saya. Ini lingkaran setan yang sudah berlangsung terlalu lama," kata Gal Gadot dalam unggahannya.

Dia menegaskan bahwa Israel berhak hidup sebagai bangsa yang bebas dan aman. Dia pun menyebut Palestina, dengan kata "Tetangga", juga berhak mendapatkan hal yang sama.

"Saya berdoa untuk para korban dan keluarga mereka, saya berdoa agar permusuhan yang tak terbanyangkan ini berakhir, saya berdoa bagi para pemimpin kita untuk menemukan solusi agar kita bisa hidup berdampingan dengan dama. Saya berdoa untuk hari-hari yang lebih baik," lanjutnya.

Namun, pernyataan Gal Gadot itu langsung menjadi perdebatan hangat di Twitter. Orang-orang menyebut Gal Gadot lebih memilih menggunakan kata "tetangga" alih-alih menyebut Palestina dengan nama serta dukungannya terhadap Israel selama serangan kekerasan di negara itu terhadap Palestina.

Beberapa pengguna Twitter mulai mengkritik perannya sebagai Wonder Woman. Sejarah Gal Gadot dengan pasukan pertahanan Israel menimbulkan kontroversi pada masa lalu, mengingat status Hollywood-nya yang masuk dalam kategori A atau aktris papan atas sebagai pemimpin waralaba Wonder Woman milik Warner Bros dan DC Comics serta sebagai salah satu anggota pahlawan di Justice League.

Pada 2017, Kementerian Ekonomi Lebanon melarang rilis Wonder Woman atas keterlibatan Gadot dan perang negara dengan Israel. Adapun, perwakilan Gal Gadot dan Warner Bros belum memberikan komentar terkait masalah ini.

Seperti diketahui, ketegangan tersebut berawal dari aksi kepolisian Israel yang menyerang umat Islam Palestina secara brutal di dalam Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur pada akhir pekan lalu. Aksi itu menuai protes keras dan kecaman dari berbagai pihak, terlebih tindakan itu dilakukan saat bulan suci Ramadan.

Aksi itu berujung pada saling serang antara militer Israel dan pasukan Hamas di Jalur Gaza. Dalam beberapa hari terakhir Israel terus membombardir Palestina dengan serangan udara, sedangkan Hamas terus meluncurkan serangan menggunakan roket ke basis pertahanan dan kawasan vital Israel.

Empat puluh delapan warga Palestina dilaporkan tewas di Gaza dan enam orang warga Israel mati sejak konflik itu tiba-tiba meledak Senin (10/5/2021) malam. Pada saat yang sama tiga warga Palestina tewas dalam konfrontasi dengan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel Gal Gadot

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top