Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakar : Pengendalian Nonobat Efektif Menekan Kasus Baru Covid-19

Secara global, pengendalian pandemi Covid-19 utamanya masih dilakukan lewat vaksin dan obat. Padahal, ketersediaan vaksin dan obat masih sangat terbatas.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  09:04 WIB
Ilustrasi lockdown
Ilustrasi lockdown

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Pakar Statistika Universitas Gadjah Mada, Dedi Rosadi menyebut pengendalian kasus Covid-19 lewat metode nonpengobatan terbukti efektif dalam meminimalkan munculnya kasus baru.

Rosadi mengungkapkan keberhasilan tersebut dapat dilihat di China, Australia, dan Selandia Baru. “Sampai saat ini, memang secara global fokus masih di pengendalian nonobat,” jelasnya, Sabtu (22/5/2021).

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rosadi mengungkapkan bahwa tingkat efektivitas pengendalian nonobat dalam menekan kasus baru masih sangat beragam. Efektivitasnya beragam, ada yang sudah sampai multiwaves, namun banyak juga yang masih single wave seperti di Indonesia, Maroko, Paraguay, hingga Uruguay.

Efektivitas pengendalian nonobat itu sangat tergantung pada beberapa faktor, misalnya ketegasan pemerintah serta kedisiplinan masyarakat. Meskipun demikian, pengendalian nonobat diyakini dapat dilakukan secara global dan terus menerus sehingga dapat mencegah terjadinya endemi.

“Saya yakin ini akan sangat sulit, sehingga endemik wilayah atau global sangat mungkin akan terjadi. Tapi kalau ini [pengendalian nonobat] bisa dilakukan efektif secara global, kejadian endemik tidak akan terjadi,” jelas Rosadi.

Kejadian endemi merujuk pada sebaran suatu penyakit. Apabila tidak ditangani dengan serius, kasus Covid-19 berpotensi tetap terjadi di beberapa wilayah. Pasalnya, saat ini sebaran Covid-19 sudah berada pada tahap pandemi atau menyeluruh.

Rosadi mengungkapkan bahwa akan sulit untuk mengakhiri pandemi Covid-19 apabila tidak ada langkah strategis yang diambil. Pengendalian Covid-19 yang saat ini telah dilakukan berbagai negara, menurutnya, belum menampakkan hasil yang maksimal.

Beberapa negara memang dilaporkan berhasil meminimalkan kasus baru. Namun, negara-negara lain justru memperlihatkan lonjakan kasus yang signifikan. Hal tersebut yang mendasari kesimpulan Rosadi bahwa pandemi Covid-19 bakal berakhir menjadi penyakit endemik.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus harian pada Sabtu (22/5/2021) di tingkat nasional mencapai 5.296 kasus. Angka tersebut mencatat rekor pasalnya telah 3 hari berturut-turut penambahan kasus berada di angka 5.000-an.

Sementara itu, varian Covid-19 asal India dilaporkan telah sampai di Jawa Tengah. Hal tersebut seiring dengan datangnya belasan awak kapal asing di Cilacap. Untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap bakal melakukan isolasi bagi tenaga kesehatan dan karyawan RSUD Cilacap yang terkonfirmasi positif.

Tracing, testing, dan treatment (3T) juga akan dilakukan bagi semua kontak erat dari tenaga kesehatan dan karyawan yang terkonfirmasi positif,” jelas Tatto Suwarto Pamuji, Bupati Cilacap.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pandemi corona Obat Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top