Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merokok Bikin Risiko Kematian Akibat Covid-19 Naik 2 Kali Lipat!

Ahli epidemiologi menjelaskan bahaya merokok saat pandemi Covid-19 yang bisa memperparah penyakit hingga meningkatkan risiko kematian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  09:47 WIB
Ilustrasi - Women/info
Ilustrasi - Women/info

Bisnis.com, JAKARTA - Riwayat kebiasaan merokok ternyata bisa meningkatkan risiko keparahan bahkan kematian jika terinfeksi Covid-19.

Ahli epidemiologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Yudhi Wibowo menjelaskan mengenai bahaya rokok terutama di tengah pandemi Covid-19. Merokok dapat merusak fungsi saluran pernafasan termasuk penyakit paru obstruksi kronik.

"Ada penelitian yang menyebutkan bahwa riwayat merokok dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit Covid-19 sebesar empat kali lebih dan kematian sebesar dua kali lebih dibanding yang tidak memiliki riwayat merokok," katanya, Minggu (30/5/2021).

Dia menuturkan momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei perlu dimanfaatkan untuk menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya rokok di tengah pandemi Covid-19, mengingat hal tersebut sangat penting dan mendesak.

Menurutnya, perlu dilakukan edukasi kepada semua masyarakat dan terutama bagi generasi muda, bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan diri maupun orang di sekitar. Disarankan untuk setop merokok dari sekarang sebelum terlambat.

Yudhi mengatakan sosialisasi dan kampanye harus dilakukan secara terus menerus dan berkala agar dapat efektif mengingatkan seluruh pihak mengenai pentingnya berhenti merokok, baik bagi diri sendiri dan lingkungan terdekatnya.

Dia juga menambahkan bahwa ketika seseorang merokok maka dia akan sering menyentuh bagian mulut dan wajah. Di saat pandemi seperti sekarang ini, sering menyentuh bagian wajah atau mulut atau hidung berpotensi dapat meningkatkan risiko tertular Covid-19, khususnya jika tangan tidak dalam kondisi bersih.

Dia juga menambahkan bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat harus terus diintensifkan hingga ke pelosok-pelosok desa.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merokok Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top