Ilustrasi berkenalan secara daring./Antara
Fashion

Pacu Kesadaran Vaksinasi, Inggris Gaet Aplikasi Kencan

Amanda Kusumawardhani
Selasa, 8 Juni 2021 - 07:33
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi kencan terkemuka di Inggris akan menambahkan fitur baru ke aplikasi dan situs website mereka untuk mendukung kampanye pemerintah yang bertema 'setiap vaksinasi memberi kita harapan'.

Kampanye ini mendorong orang-orang muda untuk mendapatkan vaksin pada fase kedua peluncuran vaksin untuk kaum muda dan bergabung dengan jutaan orang yang telah menerima vaksin.

Aplikasi-aplikasi kencan yang bekerjasama dengan pemerintah antara lain situs kencan Muslim Muzmatch, Tinder, Match, Engsel, Bumble, Badoo, Plenty of Fish, dan OurTime.

Aplikasi kencan akan memberikan bonus, stiker, dan lencana profil untuk pengguna yang sudah divaksinasi. Jajak pendapat menunjukkan 59 persen orang dewasa yang berkencan akan lebih memilih kencan dengan orang yang sudah divaksinasi atau tidak akan berkencan dengan orang yang tidak divaksinasi.

Fitur-fitur baru akan memungkinkan pengguna menunjukkan dukungan mereka terhadap vaksin di profil kencan mereka dan memberikan bonus internal di aplikasi bagi pengguna yang menyatakan mereka telah divaksinasi.

Fitur akan mencakup lencana dan stiker vaksinasi untuk ditampilkan di profil kencan, bonus "Super Likes" secara gratis, dan fitur-fitur lainnya yang dapat meningkatkan popularitas profil pengguna.

Menteri Vaksin Inggris Menteri Zahawi mengapresiasi kemitraanya dengan aplikasi kencan untuk meningkatkan vaksinasi di seluruh pelosok Inggris. Menurutnya, inisiatif ini menjadi aset luar biasa lainnya bagi program vaksinasi Inggris. 

“Vaksin adalah jalan keluar kami dari pandemi ini dan kami telah membuat kemajuan luar biasa sejauh ini dengan lebih dari tiga perempat orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (8/6/2021).

Hal senada diungkapkan Pendiri dan CEO aplikasi kencan Muslim, Muzmatch, Shahzad Younas. Dia juga menyatakan kegembiraannya bekerja ama dengan Pemerintah Inggris dalam kampanye vaksin.

“Kami memahami kekhawatiran kaum muda Muslim tentang vaksinasi, khususnya mereka yang sedang dalam proses untuk menikah. Informasi yang salah telah menyebar pada tingkat yang mengkhawatirkan di komunitas kami. Itulah sebabnya kami senang bekerja dengan NHS [Pusat Layanan Kesehatan Inggris] untuk menepis mitos tentang vaksin dan mendorong anggota kami untuk divaksinasi,” jelasnya.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro