Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahukah Anda, Mengapa Waktu Tidur Lansia Bisa Lebih Pendek?

Mereka yang sudah memasuki masa lanjut usia bisa mengalami gangguan tidur dengan sejumlah penyebab yang mungkin terjadi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  15:30 WIB
Tahukah Anda, Mengapa Waktu Tidur Lansia Bisa Lebih Pendek?
Ilustrasi - Futuretimeline.net
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dibandingkan kelompok usia lainnya, waktu tidur pada lansia umumnya lebih sedikit. Pola tidur para lansia juga akan berubah seiring dengan pertambahan usia dan penurunan fungsi jam internal dalam tubuh

Demikian dikatakan dokter spesialis saraf dari RSUI, Pukovisa Prawirohardjo, dalam keterangan tertulisnya.

"Waktu tidur lansia yang normal yaitu sekitar 6-7 jam sehari. Selain itu, pola tidur juga akan berubah seiring dengan pertambahan usia karena adanya penurunan fungsi jam internal dalam tubuh," ujarnya, seperti dikutip Antara, Rabu (9/6/2021).

Mereka yang sudah memasuki masa lanjut usia juga bisa mengalami gangguan tidur. Penyebab gangguan tidur ini ada beberapa hal, misalnya:

  • sindrom kaki gelisah atau Restless legs syndrome (RLS)
  • kurangnya aktivitas fisik
  • terlalu lama tidur siang
  • adanya rasa sedih karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia
  • terlalu lama menatap layar ponsel sebelum tidur, atau
  • sedang dirawat inap di rumah sakit.

Kondisi lingkungan juga dapat mempengaruhi kondisi tidur lansia. Adanya suara volume tinggi yang mengganggu, cahaya kamar yang terlalu terang, tempat tidur tidak nyaman, konsumsi obat-obatan tertentu serta mengonsumsi kafein juga sangat memengaruhi pola tidur seseorang.

Selain itu, masalah medis seperti depresi, alzheimer, parkinson, kondisi menopause, dan nyeri sendi otot juga dapat menyebabkan gangguan tidur.

Pukovisa mengatakan, beberapa tanda awal gangguan tidur antara lain kelelahan, gangguan konsentrasi, mudah tersinggung, mengantuk di siang hari, serta adanya perubahan perilaku.

"Bila gejala-gejala ini terus bertahan lebih dari 1 bulan atau sudah mempengaruhi aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter," ujar dia.

Gejala awal gangguan tidur bisa diatasi dengan melakukan sleep hygiene sebelum tidur, yaitu dengan mengatur kondisi kamar tidur tetap sejuk dan tenang, mandi air hangat dan sikat gigi sebelum tidur.

Pukovisa mengingatkan, tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan otak dan saraf agar dapat berfungsi optimal. Kualitas tidur yang baik ditandai dengan tidak mudah terbangun di malam hari, tidak terbangun lebih awal, dan merasa segar ketika bangun tidur.

Sementara dari sisi kuantitas, terdapat beberapa indikator waktu normal tidur. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur 7-9 jam, sementara anak-anak bisa 10-13 jam. Sementara waktu tidur yang normal bagi lansia sekitar 6-7 jam sehari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tidur lansia pola tidur

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top