Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPOM AS Setujui Obat Terbaru Untuk Obesitas

Rubino mengatakan orang yang memakai obat obesitas yang ada kehilangan rata-rata sekitar 7% sampai 9% dari berat badan mereka. Orang yang membutuhkan penurunan berat badan 10%, 15%, 20% tentu membutuhkan sebuah alat.
Sartika Nuralifah
Sartika Nuralifah - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  18:57 WIB
Angka pada timbangan badan jadi indikator bagi seseorang menentukan obesitas - Istimewa
Angka pada timbangan badan jadi indikator bagi seseorang menentukan obesitas - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika memiliki senjata terbaru dalam memerangi obesitas. FDA pada hari Jumat menyetujui obat terbaru untuk obesitas. Obat ini ditujukan ntuk orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, serta memiliki setidaknya satu masalah medis terkait berat badan.

Menurut Dr. Domenica Rubino, direktur Washington Center for Weight Management and Research kita harus memikirkan obesitas yang tidak berbeda dengan hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Rubino mengatakan orang yang memakai obat obesitas yang ada kehilangan rata-rata sekitar 7% sampai 9% dari berat badan mereka. Orang yang membutuhkan penurunan berat badan 10%, 15%, 20% tentu membutuhkan sebuah alat.

Selama studi 16 bulan, pasien di Wegovy kehilangan rata-rata 17% dari berat badan mereka. Efek samping nya termasuk diare dan mual yang biasanya hilang dengan dosis yang perlahan ditingkatkan. Pasien yang berhenti menggunakan obat mendapatkan kembali lebih dari setengah penurunan berat badan mereka.

Salah satu peserta uji coba, Lisa Robillard kehilangan 63 pound. Dia mengatakan, sebelumnya mencoba diet atau metode lain yang dia pikir akan membantunya menurunkan berat badan. Ia mengatakan bahwa tidak merasa lapar di antara waktu makan, dan lebih cepat merasa kenyang setelah mencoba obat baru tersebut.

Wegovy mirip dengan obat diabetes Ozempic, yang sudah diresepkan di luar label untuk menurunkan berat badan. Kedua obat tersebut meniru hormon alami yang membantu mengatur nafsu makan. Wegovy disetujui untuk penggunaan jangka panjang dan direkomendasikan untuk dikonsumsi bersamaan dengan diet dan olahraga.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat obesitas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top