Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Kini Punya Action Figure Super Hero Lokal Bima-S

BIMA-S pertama kali muncul di serial animasi yang ditayangkan stasiun televisi nasional RCTI.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  15:52 WIB
Indonesia Kini Punya Action Figure Super Hero Lokal Bima-S
Action figure Indonesia BIMA-S. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia kembali memiliki sosok super hero lokal yang diwujudkan dalam action figure Indonesia BIMA-S.

Adapun, BIMA-S yang diproduksi oleh PT Royal Kreasi Cemerlang (RKC). CEO RKC Stephen Sutjiadi mengatakan, peluncuran action figure BIMA-S ini bertujuan untuk meningkatkan minat pasar dalam negeri terhadap mainan dan sosok super hero lokal.

Menurutnya, peluncuran BIMA-S dalam bentuk mainan action figure telah lama dinantikan para penggemarnya.

BIMA-S pertama kali muncul di serial animasi yang ditayangkan stasiun televisi nasional RCTI. Serial besutan MNC Animation ini berhasil mencuri perhatian publik khususnya para penggemar super hero dari kalangan anak-anak hingga generasi milenial.

“Setelah hadir dalam bentuk animasi, kami ingin mengajak para penggemarnya merasakan pengalaman baru melalui action figure BIMA-S yang hadir dilengkapi aksesoris lainnya seperti topeng, pedang, dan armor,” ujar Stephen seperti siaran resmi yang dikutip, Senin (21/6/2021).

Dia mengaku optimis atas respon pasar terhadap produk mainan ini. Menurutnya antusiasme pasar sangat baik. Masyarakat Indonesia masih sangat menggemari intellectual property buatan Indonesia beserta produk-produk terapannya.

"Terbukti sampai hari ini, rangkaian mainan BIMA-S sudah terpesan hampir 1 juta pieces, dan kami harapkan sampai dengan akhir tahun bisa mencapai 2 juta pieces. Tentunya hal ini sangat menggembirakan,” ungkapnya.

Sebagai produk baru, BIMA-S seperti halnya produk mainan buatan RKC lainnya, memiliki kualitas dan standar keamanan yang baik.

“RKC mengedepankan 4 aspek utama dalam setiap produknya, yakni ramah lingkungan, aman digunakan, aman bagi anak dan balita, serta tersertifikasi SNI,” ujarnya.

RKC telah lebih dari 30 tahun berkecimpung dalam bidang industri mainan dan telah berpartner dengan banyak mitra baik skala nasional maupun internasional. Dalam kurun waktu tersebut perusahaan ini telah mengeluarkan lebih dari 100 item mainan yang dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Stephen berharap, peluncuran ini dapat menjadi jawaban atas keresahan publik khususnya para pelaku industri kreatif yang ingin menjadikan industri mainan Indonesia beserta berbagai kekayaan intelektual yang ada di dalamnya sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengaku senang atas terlaksananya peluncuran mainan action figure BIMA-S, mengingat dirinya saat ini ingin mengembangkan ekosistem ekonomi digital terutama yang awalnya dari animasi lalu diaplikasikan ke dalam industri mainan.

Dia berharap, peluncuran mainan BIMA-S dapat menginspirasi intellectual property lainnya untuk bergerak terus membangun ekosistem.

“Kami sedang menyelesaikan Peraturan Pemerintah tentang kekayaan intelektual yang bagian dari pada turunan Undang-undang Ekonomi Kreatif, sehingga nanti lebih banyak lagi yang menyusul BIMA-BIMA lainnya untuk memastikan bahwa kita juga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Sandi optimis, suatu saat BIMA bukan hanya trekenal di Indonesia tetapi juga di mancanegara dan animasi karya anak bangsa bisa berbicara banyak di tingkat di dunia. “Bukan hanya Micky Mouse atau Avenger, tapi BIMA juga bisa ikut nanti bersaing dengan yang besar-besar seperti Marvel, DC Comic. Mudah-mudahan, ini mimpi saya,” ujarnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, Kementerian Perindustrian sangat mengapresiasi, karena dengan hadirnya mainan produk dalam negeri itu turut mensubstitusi impor mainan anak-anak.

Dia berharap mainan BIMA-S menjadi mainan yang laku dipasaran sejalan dengan tren positif industri mainan yang mulai tumbuh kembali.

“Kemampuan industri mainan anak di dalam negeri tidak kalah. Melihat ekspor naik terus dari 2017 hingga 2019 dan sedikit menurut pada 2020 karena adanya pandemi,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri mainan Mainan Anak-anak
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top