Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Darurat, Susu Beruang Jadi Buruan

Masa PPKM darurat, membuat masyarakat memburu makanan sehat termasuk susu beruang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 Juli 2021  |  15:08 WIB
bear brand
bear brand

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kasus covid-19 yang naik, dan penerapan PPKM darurat selama 2 pekan, masyarakat banyak yang memburu kebutuhan makanan untuk sehari-hari.

Tetapi, selain itu, juga ternyata produk susu beruang juga ikut menjadi incaran.

Bahkan, kini tagar susu yang mengacu pada susu beruang ini, menjadi viral di media sosial twitter.

Hingga saat ini sudah 43.000 cuitan dengan tagar susu muncul di twitter.

Salah satu video yang viral adalah ketika sejumlah orang menyerbu produk susu beruang atau bear brand itu di sebuah swalayan.

Tampak dalam video itu sejumlah konsumen berebut mengambil kantong-kantong bear brand hingga beberapa produk berjatuhan bahkan troli salah satu pembeli terguling.

Harga jual susu beruang ini di ecommerce juga terlihat naik dari harga biasanya.

Harga yang dibanderol mulai dari Rp13.000 per kaleng. Biasanya, harga standar di bawah Rp10.000.

Di salah satu toko ritel pun tercatat stok habis, alias tidak tersedia.

Tingginya antusiasme masyarakat membeli produk ini karena disebutkan mampu meningkatkan kesehatan, terutama di masa pandemi.

Tak sedikit juga mereka penyintas covid-19 yang membagikan pengalamannya minum susu ini selama penyembuhan.

Dikutip dari laman resminya, Bear Brand ini, terbuat dari 100% susu murni berkualitas tinggi yang telah mengalami proses sterilisasi tanpa penambahan bahan pengawet sehingga dapat langsung dikonsumsi.

"Dengan segala kebaikan susu, kemurnian BEAR BRAND dapat membantu menjaga kesehatan tubuh," demikian tulis mereka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

susu Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top