Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Baik, Pakai HEPA Filter dalam Ruangan Bisa Tekan Risiko Penularan Covid-19

Dalam penelitian itu, tim investigasi menggunakan simulator pernapasan untuk meniru seseorang dengan Covid-19 dan orang lain yang tidak terinfeksi, dalam sebuah ruang konferensi.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 04 Juli 2021  |  08:09 WIB
Kabar Baik, Pakai HEPA Filter dalam Ruangan Bisa Tekan Risiko Penularan Covid-19
Ilustrasi Hepa Filter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - CDC menyampaikan hasil dua laporan terbaru yang menemukan bahwa pembersih udara HEPA di ruangan dapat mengurangi konsentrasi partikel aerosol secara keseluruhan hingga lebih dari 80% dalam waktu 30 menit.

Hasil itu berdasarkan penyelidikan pada efektivitas gabungan antara pembersih udara HEPA portabel dan masker universal dalam mengurangi paparan partikel aerosol yang dihembuskan.

Dalam penelitian itu, tim investigasi menggunakan simulator pernapasan untuk meniru seseorang dengan Covid-19 dan orang lain yang tidak terinfeksi, dalam sebuah ruang konferensi.

Hasilnya, dengan memakai dua pembersih udara HEPA yang memenuhi Environmental Protection Agency (EPA) tingkat pengiriman udara bersih yang direkomendasikan (CADR), bisa mengurangi paparan keseluruhan terhadap simulasi partikel aerosol yang dihembuskan hingga 65% tanpa penyembunyian universal.

Tanpa pembersih udara HEPA, penyamaran universal mengurangi konsentrasi aerosol rata-rata gabungan sebesar 72%.

Kombinasi dari dua pembersih udara HEPA dan masker universal mengurangi paparan keseluruhan hingga 90%. Sedangkan penggunaan pembersih udara saja tanpa masker mengurangi paparan hingga 65%.

Temuan itu mengungkapkan jika pembersih udara HEPA paling efektif bila dekat dengan sumber aerosol. Temuan ini menunjukkan bahwa pembersih udara HEPA portabel dapat mengurangi paparan aerosol SARS-CoV-2 di lingkungan dalam ruangan, dengan pengurangan paparan yang lebih besar jika digunakan dengan kombinasi dengan pemakaian masker.

Temuan dalam laporan ini setidaknya memberikan lima batasan. Pertama, penyebaran aerosol di dalam ruangan bergantung pada arus udara.

Dalam penelitian ini, udara ruang konferensi tercampur dengan baik, yang membantu mengangkut aerosol ke pembersih udara. Di ruangan dengan pencampuran udara yang buruk dan zona potensi stagnasi, pembersih udara mungkin kurang efektif.

Pola aliran udara dalam pengaturan dunia nyata seperti ruang kelas akan bervariasi di antara bangunan dan ruangan, dan ruangan dengan dimensi yang berbeda dan dengan tingkat ventilasi yang berbeda juga akan memiliki pola aliran udara yang berbeda.

Kedua, manikin sumber aerosol dalam penelitian ini disimpan di satu lokasi tetap. Pada kenyataannya, penghuni yang berpotensi menularkan bisa berada di mana saja di dalam ruangan dan mungkin sesekali bergerak di sekitar ruangan.

Ketiga, penelitian ini hanya menggunakan satu manikin sumber dan tiga manikin penerima; sumber dan penerima tambahan dapat mengubah dinamika dispersi aerosol di dalam ruangan.

Keempat, penelitian ini terbatas pada partikel aerosol berukuran 0,3 m hingga 3 m, yang cukup kecil untuk tetap berada di udara untuk waktu yang lama tetapi cukup besar untuk membawa patogen. Namun, partikel di luar kisaran ukuran ini akan berperilaku berbeda.

Akhirnya, penelitian ini hanya menilai paparan aerosol; itu tidak secara langsung meneliti penularan penyakit. Meskipun penelitian ini memberikan informasi yang berguna tentang dinamika partikel aerosol pernapasan dan efek pembersih udara HEPA dan masker universal, banyak faktor lain juga penting untuk penularan penyakit, termasuk jumlah virus dalam partikel, berapa lama virus bertahan di udara, dan status vaksinasi penghuni kamar.

Seperti diketahui, SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, dapat menyebar melalui paparan tetesan dan aerosol cairan pernapasan yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat mereka batuk, bernyanyi, berbicara, atau menghembuskan napas.

Untuk mengurangi penularan SARS-CoV-2 di dalam ruangan antar orang, CDC merekomendasikan langkah-langkah termasuk jarak fisik, masker universal (penggunaan masker wajah di tempat umum oleh semua orang yang tidak sepenuhnya divaksinasi), dan peningkatan ventilasi ruangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semprot aerosol Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top