Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beyoncé akan Bikin Perkebunan Ganja Untuk Kesehatan Mental

The Gift sendiri adalah perusahaan ganja kesehatan dan kebugaran alami yang berbasis di Maryland yang didirikan pada 2018.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  17:59 WIB
Beyonce dan Jay-Z - Istimewa
Beyonce dan Jay-Z - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ikon hiburan global Beyoncé Knowles-Carter melebarkan sayap bisnisnya dengan memasuki industri ganja.

Ratu R&B itu mengumumkan bahwa dia sedang membangun perkebunan rami dan madu untuk mendapatkan CBD-nya sendiri.

Beyoncé, atau ratu R&B yang berusia 40 tahun ini, dalam wawancara dengan Harper’s Bazaar mengatakan bahwa bagaimana dirinya menemukan kanabidiol (CBD), dan merasakan manfaatnya untuk rasa sakit dan peradangan.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, CBD sendiri adalah bahan yang paling umum kedua dari bahan aktif ganja. Dari apa yang dirasakan Beyoncé, CBD membantu dirinya terutama pada saat merasa gelisah di malam hari dikarenakan kesulitan untuk tidur.

Pada akhir-akhir ini, Beyoncé juga memprioritaskan kesehatan mentalnya terutama selama karantinanya. Dirinya cenderung untuk menciptakan ritual positif selama karantinanya yang diambil dari generasi sebelumnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa telah menemukan khasiat penyembuhan dalam madu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi anak-anaknya. Beyoncé juga merasa senang bahwa putrinya akan mencontohkan ritual tersebut dari dirinya.

Ambisi Beyoncé sebagai pemilik dan pendukung pertanian ganja dapat menjadi sumber inspirasi lain bagi banyak orang.

Organisasi Beyoncés BeyGood pada tahun lalu bermitra dengan NAACP untuk memberikan bisnis kecil baru untuk orang berkulit hitam, yakni sebesar US$10.000 kepada The Gift.

The Gift sendiri adalah perusahaan ganja kesehatan dan kebugaran alami yang berbasis di Maryland yang didirikan pada 2018.

Dilansir dari blackenterprise, Cory Moore, salah satu pendiri dan CEO The Gift mengatakan bahwa Perusahaan di industri ganja legal menghadapi biaya yang lebih tinggi untuk hampir semua hal, mulai dari asuransi hingga perbankan bahkan jika mereka bekerja secara ketat dengan rami, bukan ganja.

Selain itu, bank juga tidak mau meminjamkan kepada pihaknya, dikarenakan peraturan seputar rami masih baru dan masih berkembang dalam beberapa hal.

Namun, dikarenakan adanya Hibah dari NAACP dan Beyoncé, Moore merasa The Gift merasa diperhatikan dan berterima kasih atas peluang yang akan mereka ciptakan dari dana tersebut.

Beyoncé akan memiliki banyak pengetahuan untuk mendukung usahanya, terutama dalam memimpin usaha ganja pertamanya. Shawn “Jay Z” Carter pada akhir-akhir ini juga meluncurkan merek ganja premium Monogram.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganja beyonce
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top