Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Catat! 5 Alasan Jangan Ragu Bawa Anak untuk Divaksin Covid-19

Kondisi pandemi Covid-19 yang memaksa setiap orang untuk tetap tinggal di rumah dapat mengganggu kesehatan mental, emosional dan sosial anak-anak.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 21 September 2021  |  16:57 WIB
Catat! 5 Alasan Jangan Ragu Bawa Anak untuk Divaksin Covid-19
Pemerintah melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun - Instagram Pemprov DKI Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah telah memberikan izin anak usia 12-17 tahun untuk vaksinasi, tetapi tidak sedikit orang tua yang khawatir dan ragu untuk membawa sang buah hati divaksin Covid-19

Perlu diingat, virus corona tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi anak-anak. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan adalah melakukan vaksinasi.

Mengutip dari Healthline pada Selasa (21/9/2021), berikut enam alasan dari para ahli medis yang perlu Anda pertimbangan untuk membawa anak melakukan vaksinasi.

1. Vaksinasi Meningkatkan Imun
Hasil penelitian, Food and Drug Administration (FDA) menunjukkan kelompok anak-anak yang divaksinasi memiliki respons imun yang lebih kuat daripada kelompok usia 16-25 tahun.

“Data ilmiah menunjukkan bahwa anak yang tidak divaksinasi memiliki risiko gejala Covid-19 parah yang secara signifikan lebih tinggi daripada anak yang divaksinasi,” kata Dr. Steven Abelowitz, Direktur Medis Coastal Kids Pediatrics.

2. Memiliki Efek Samping Ringan
Penelitian juga menunjukkan efek samping dari vaksin ringan dan termasuk rasa sakit di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, kedinginan, nyeri otot, demam, dan nyeri sendi.

3. Membantu Menghentikan Penyebaran
Anak-anak yang tidak divaksin, lebih mungkin terinfeksi dan berkontribusi pada penyebaran Covid-19 kepada orang dewasa yang memiliki kondisi rentan.

“Data menunjukkan bahwa anak-anak memainkan peran penting dalam penularan Covid-19, dan kekhawatiran semakin meningkat ketika varian baru dan lebih menular seperti Delta muncul," jelas Hannah Newman, Direktur Epidemiologi Lenox Hill Hospital di New York.

4. Menekan Munculnya Varian Baru
Vaksinasi dapat membantu menghentikan munculnya varian baru dan lebih berbahaya. Setiap kali virus menyebar dan bereplikasi, ada peluang untuk virus itu melahirkan mutasi baru.

Hannah menjelaskan, dengan membatasi jumlah penularan dengan melakukan vaksinasi artinya sama dengan membatasi jumlah replikasi virus sehingga mempersempit kemungkinan ada varian baru.

5. Mempercepat Menuju New Normal
Kondisi pandemi Covid-19 yang memaksa setiap orang untuk tetap tinggal di rumah dapat mengganggu kesehatan mental, emosional dan sosial anak-anak.

“Semua aktivitas menjadi lebih aman setelah seseorang divaksinasi sepenuhnya, dan mendapatkan vaksin membantu anak Anda untuk kembali melakukan beberapa hal yang dianggap normal sebelum dimulainya pandemi," pungkasnya.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan bnbp vaksinasi Protokol Pencegahan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top