Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak Tanda Bernapas Tidak Normal 

Belebihan napas akan mengalami sesak napas, jantung berdebar, gelisah, bahkan pingsan. Simak tanda-tanda napas tidak normal.
Annasa Rizki
Annasa Rizki - Bisnis.com 28 September 2021  |  21:48 WIB
Ilustrasi sesak napas
Ilustrasi sesak napas

Bisnis.com, JAKARTA – Bernapas menjadi hal yang penting dalam kehidupan, khususnya setelah ada virus corona, orang lebih memperhatikan kesehatan paru-paru. Sementara bernapas membuat kita tetap hidup, napas berlebihan akan merugikan kesehatan fisik dan mental. 

Hiperventilasi atau pernapasan berlebih dapat memberi dampak serius pada kesehatan. Hal terburuknya adalah banyak dari kita tidak menyadari bahwa mengalami hiperventilasi dan mengabaikannya.  

Mengenal diri sendiri sangat perlu terutama memperhatikan pernapasan anda.

Bernapas merupakan proses alami dalam tubuh. Proses ini dilakukan otomatis tanpa perlu dipikirkan. Hiperventilasi adalah kondisi saat Anda menarik dan menghembuskan napas lebih dalam dari biasanya pada interval waktu yang lebih cepat.  

Orang bernapas rata-rata berkisar antara 12 hingga 16 kali per menit. Belebihan napas akan mengalami sesak napas, jantung berdebar, gelisah, bahkan pingsan.  

Bernapas melalui hidung tidak hanya meningkatkan kapasitas paru-paru anda, tapi membuat anda lebih toleran dan kurang sensitif terhadap kadar CO2 dalam tubuh. Cara ini juga membantu anda mengatur napas secara efisien. 

Pada saat istirahat, tidur atau latihan, bernapas melalui hidung sangat bermanfaat. Tidak hanya memungkinkan untuk mengambil napas lebih dalam, tetapi juga membantu tubuh anda mengubah lebih banyak oksigen menjadi karbon dioksida. Pernapasan secara alami dilakukan melalui hidung, yang juga mengarah pada efek menenangkan. 

Selain itu, bernapas melalui hidung saat tidur juga meningkatkan kualitas tidur Anda dan membantu fungsi tubuh lebih baik. Hal ini akan semakin menenangkan saraf dan mengatur pernapasan Anda. 

Orang yang bernapas melalui mulut memiliki tingkat respirasi yang jauh lebih tinggi. Penderita asma dan orang-orang yang memiliki riwayat medis sebelumnya memiliki tingkat respirasi di atas 20. 

Tingkat CO2 yang rendah dalam tubuh sering dikaitkan dengan pernapasan mulut, yang dikaitkan dengan pernapasan yang lebih cepat. Hal ini akan menyebabkan hiperventilasi. 

Pernapasan melalui mulut dapat menyebabkan gangguan tidur, terhentinya napas beberapa kali saat sedang tidur atau apnea, mendengkur, dan mulut kering.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sesak napas napas
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top