Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Tips Menghadapi Mertua yang Jahat dan Licik

Simak 6 tips menghadapi mertua yang toxic dan licik seperti dilansir dari Times of India.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Oktober 2021  |  22:22 WIB
Ilustrasi mertua yang jahat dan licik - defeatingdivorce.com
Ilustrasi mertua yang jahat dan licik - defeatingdivorce.com

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak semua orang dikaruniai mertua yang baik. Beberapa mertua bisa sangat jahat (toxic) dan licik sehingga berdampak buruk pada kesehatan mental Anda dan keluarga.

Mertua yang licik tidak takut melakukan tindakan yang melewati batas. Dia juga akan membuat Anda menyesali keputusan untuk pernah menikah dengan anaknya. Jadi bagaimana Anda menghadapi mertua seperti itu dengan bijaksana?

Simak 6 tips menghadapi mertua yang toxic dan licik seperti dilansir dari Times of India.

1. Jangan biarkan mertua 'membagi dan memerintah' 

Banyak mertua mencoba untuk melawan menantu dengan menggunakan kebijakan membagi dan memerintah atau "Divide and Rule".

Untuk menghindari keadaan seperti itu, Anda dan pasangan harus selalu bersatu. Pastikan Anda tidak meninggalkan celah untuk miskomunikasi dengan suami/istri. Jaga aturan di antara Anda berdua bahwa Anda harus membicarakan apa pun yang mengganggu Anda, tidak peduli seberapa kecil atau tidak penting.

2. Monitor Reaksi

Reaksi Anda lebih lanjut dapat memicu pertengkaran dengan mertua. Alih-alih memberi mereka bahan bakar dan membiarkan mereka menyalahkan Anda, tetap sabar atau mantra apa pun agar Anda tetap tenang.

3. Tetapkan Batasan

Di banyak rumah tangga, terkadang Anda harus benar-benar duduk dan menggambar garis batas dengan mertua. Anda dan pasangan tidak bisa membiarkan orang lain memutuskan jalan hidup Anda dan keluarga. Duduk bersama, bisa sambil minum teh dan jelaskan kepada mereka bahwa ada keputusan tertentu dalam hidup Anda.

Pastikan tidak ada orang ketiga yang dapat mengganggu, meskipun dia mertua Anda. Cara lain. Anda mengatakan "ya" untuk segalanya, tetapi melakukan apa yang Anda suka. Itu membuat kedamaian di rumah. Anda pun tetap melakukan apa yang Anda inginkan.

4. Tebal Kuping

Hal ini memang sulit dilakukan, tetapi penting untuk melakukannya kadang-kadang. Beberapa orang suka mendapatkan perhatian Anda dan sekitarnya. Jika Anda merasa terluka bahkan menangis gara-gara dengan omongan mertua, hal itu akan membuat mereka merasa baik.

Jadi apa yang Anda lakukan ketika mereka mencoba yang terbaik? Anda tidak membiarkannya memukul Anda! Jangan percaya pada kata-kata mereka karena Anda tahu kebenaran yang sesungguhnya. Memang sulit pada awalnya, tetapi Anda akan perlahan-lahan menguasainya.

5. Independen

Ada beberapa orang tua yang suka mengasuh anaknya, walaupun sudah cukup umur untuk memiliki keluarga sendiri. Jika itu mengganggu Anda, tunjukkan kepada mereka bahwa Anda mandiri dan cukup dewasa untuk mengambil keputusan.

Jika Anda membuat keputusan yang salah, Anda belajar darinya dan bangkit kembali. Ikuti saran mertua karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman dalam hidup. Namun, ingat bahwa keputusan akhir ada di tangan Anda.

6. Jangan Bergosip

Anda tidak dapat secara fisik menutup mulut mertua sehingga yang dapat dilakukan adalah memberi tahu mereka bahwa Anda sangat menyadari apa yang telah terjadi.

Tanyakan apakah ada kesalahan yang Anda lakukan? Apakah Anda dapat memperbaikinya dalam batas kemampuan Anda? Katakan kepada mertua bahwa jika mereka memiliki masalah dengan Anda maka mereka harus datang langsung kepada Anda untuk menghindari kesalahpahaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mertua pasangan suami istri Relationship
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top