Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Komplikasi Pada Ibu dan Bayi Akibat Preeklamsia

Banyak wanita hamil sembuh total setelah mengalami eklampsia. Namun, ada risiko kecil kerusakan otak jika serangannya parah.
Annasa Rizki
Annasa Rizki - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  20:00 WIB
Kenali gejala preeklampsia pada ibu hamil
Kenali gejala preeklampsia pada ibu hamil

Bisnis.com, JAKARTA - Preeklampsia adalah suatu kondisi yang memengaruhi wanita hamil dengan tanda tekanan darah tinggi. Kondisi ini muncul biasanya selama trimester kedua kehamilan (dari sekitar 20 minggu) atau setelah bayi lahir. 

Preeklampsia dapat memengaruhi ibu maupun bayi. Berikut ini masalah atau komplikasi yang dapat muncul apabila ibu hamil mengalami preeklamsia.

1. Komplikasi pada Ibu Fit (eklampsia) 

Eklampsia menggambarkan jenis kejang atau fit (kontraksi otot yang tidak disengaja) yang dapat dialami wanita hamil, biasanya dari minggu ke 20 kehamilan atau segera setelah kelahiran. 

Selama serangan eklampsia, lengan, kaki, leher, atau rahang ibu akan berkedut tanpa sadar dalam gerakan tersentak-sentak yang berulang. Pasien mungkin kehilangan kesadaran dan mungkin mengompol. Kejang biasanya berlangsung kurang dari satu menit.

Kebanyakan wanita sembuh total setelah mengalami eklampsia. Namun, ada risiko kecil cacat permanen atau kerusakan otak jika serangannya parah. 

Dari pasien yang mengalami eklampsia, sekitar 1 dari 50 akan meninggal karena kondisi tersebut. Bayi yang belum lahir bisa mati lemas saat kejang dan 1 dari 14 orang bisa meninggal. 

Penelitian telah menemukan bahwa obat dengan kandungan magnesium sulfat dapat mengurangi separuh risiko eklampsia dan mengurangi risiko ibu meninggal. Sekarang banyak teknologi yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini kemungkinan eklamsia pada wanita hamil. 

2. Sindrom HELLP 

Sindrom HELLP adalah gangguan hati dan pembekuan darah langka yang dapat memengaruhi wanita hamil. 

Hal itu kemungkinan besar terjadi segera setelah bayi dilahirkan, tetapi dapat muncul kapan saja setelah 20 minggu kehamilan. Pada beberapa kasus dapat terjadi di bawah usia 20 minggu.

 Huruf-huruf dalam nama HELLP berdiri untuk setiap bagian dari kondisi:  

-"H" berarti hemolisis, di sinilah sel darah merah dalam darah rusak 

-"EL" adalah untuk elevated liver enzymes atau peningkatan enzim hati (protein). Sejumlah besar enzim di hati adalah tanda kerusakan hati 

-"LP" adalah untuk low platelet count atau jumlah trombosit yang rendah. Trombosit adalah bagian dalam darah yang membantu penggumpalan untuk mekanisme penutupan luka.  

Satu-satunya cara untuk mengobati kondisi ini adalah dengan melahirkan bayi sesegera mungkin. Setelah ibu dirawat di rumah sakit dan menerima perawatan, besar kemungkinan pasien akan sembuh total. 

3. Stroke 

Suplai darah ke otak bisa terganggu akibat tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut dikenal sebagai pendarahan otak atau stroke. 

Jika otak tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi dari darah, sel-sel otak akan mulai mati, menyebabkan kerusakan otak dan kemungkinan kematian. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hamil ibu hamil
Editor : Novita Sari Simamora

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top