Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Dosis Harian Vitamin C Saat Ini Perlu Ditambah?

Ilmuwan menganggap kebutuhan asupan harian vitamin C orang saat ini perlu ditambah untuk memaksimalkan efektivitasnya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 15 Oktober 2021  |  18:52 WIB
Benarkah Dosis Harian Vitamin C Saat Ini Perlu Ditambah?
Vitamin C
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Vitamin C, yang juga dikenal sebagai asam askorbat  memiliki tiga fungsi utama.

Termasuk membantu melindungi sel dan menjaganya tetap sehat, menjaga kesehatan kulit, pembuluh darah, tulang dan tulang rawan, dan membantu penyembuhan luka. 

Anda dapat menemukan sumber vitamin C yang baik pada buah jeruk, paprika, kubis Brussel, kentang, kimchi, stroberi, blackcurrant, dan brokoli.
 
Asupan harian vitamin C saat ini masing-masing 40 mg dan 45 mg, menurut rekomendasi NHS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, dosis yang direkomendasikan ini sepertinya perlu digandakan.
 
Melansir The Independent, para ilmuwan di balik studi baru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh The Sorby Research Institute adalah untuk menilai tingkat nutrisi orang Inggris selama Perang Dunia II ketika makanan tidak tersedia.
 
Saat itu, tujuannya adalah untuk menghindari penyakit kudis, daripada memaksimalkan kesehatan, klaim mereka.
 
Sebagai bagian dari penelitian, peserta diberi nol, 10 atau 70 miligram vitamin C per hari selama rata-rata sembilan bulan.
 
Luka eksperimental ditimbulkan pada peserta selama periode ini, dengan para peneliti menggunakan ‘kekuatan bekas luka’ sebagai ukuran vitamin C yang memadai, karena penyembuhan luka yang buruk merupakan indikator penyakit kudis.
 
Profesor utama Philippe Hujoel mengatakan, temuan analisis ulang data Sorby menunjukkan bahwa rekomendasi WHO terlalu rendah untuk mencegah munculnya bekas luka.

“Asupan vitamin C seperti itu lebih dari dua kali lipat asupan vitamin C 45 mg harian yang direkomendasikan oleh WHO tetapi konsisten dengan panel penulisan untuk National Academy of Medicine dan negara,” katanya.
 
Juru bicara Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial (DHSC) mengatakan, penasihat ahli independen pemerintah tentang nutrisi secara teratur meninjau bukti baru yang mungkin menunjukkan rekomendasi yang ada perlu dipertimbangkan, tetapi mereka tidak menganggap perlu untuk meninjau rekomendasi vitamin C saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vitamin c suplemen kesehatan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top