Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dokter Bedah di Amerika Sukses Kenalkan Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia

ahli bedah transplantasi Robert Montgomery mengatakan kesuksesannya melakukan transplantasi ginjal babi ke manusia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  14:28 WIB
Ginjal - medicinet.com
Ginjal - medicinet.com

Bisnis.com, SOLO - Dokter bedah NYU Langone Health di New York, Amerika Serikat, mengatakan kesuksesannya atas transplantasi Ginjal.

Kesuksesan itu terkait dengan melakukan transplantasi ginjal babi untuk manusia untuk yang pertama kalinya.

Serangkaian prosedur uji coba ini dilakukan oleh ahli bedah transplantasi Robert Montgomery.

Keberhasilan prosedur transplantasi ginjal babi untuk manusia ini ditandai dengan tidak adanya pemicu penolakan langsung oleh sistem kekebalan penerima (Manusia).

"Hasil tes fungsi ginjal yang ditransplantasikan "tampak cukup normal” katanya, Selasa (19/10/2021).

Montgomery menuturkan ginjal transplantasi membuat sesuai dengan yang diharapkan.

Selain itu, transplantasi ginjal babi ke manusia menunjukkan adanya perbaikan kondisi penderita ginjal seperti indikator fungsi ginjal dan tingkat keratinin abnormal kembali menjadi normal.

Prosedur penelitian dilakukan pada pasien yang mengalami mati otak dengan tanda-tanda disfungsi ginjal dan prosedur percobaannya telah mendapatkan persetujuan keluarga.

Selama percobaan transplantasi ini, ginjal diletakkan di luar tubuh sehingga para peneliti dapat mengamatinya. Dari serangkaian proses, tiga hari kemudian ginjal baru melekat dengan pembuluh darahnya.

Pelaksaan prosedur transplantasi ginjal ini menggunakan ginjal dari babi yang gennya telah diubah sehingga jaringannya tidak lagi mengandung molekul yang bisa memicu penolakan.

Tim Montgomery berteori bahwa berhasilnya transplantasi ginjal babi tanpa ada penolakan disebabkan oleh alpha-gal yang berperan merobohkan karbohidrat gen babi, molekul gula, atau glycan.

Babi yang telah mengalami perubahan gen dilabeli GalSafe, dan telah mendapatkan izin Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS pada Desember 2020. GalSefe ini dikembangkan oleh unit Revivicor United Therapeutics Corp (UTHR.O).

Keberhasilan ini berpotensi membantu meringankan kebutuhan transplantasi pasien gagal ginjal stadium akhir.

Selain itu, menurut Montgomery, ini jadi pendekatan sebagai solusi jangka pendek untuk pasien sakit kritis sampai ginjal manusia tersedia, atau sebagai cangkok permanen.

Diketahui, kebutuhan transplantasi ginjal di Amerika Serikat cukup tinggi dan untuk mendapatkan donor ginjal manusia menururt United Network for Organ Sharing membutuhkan waktu rata-rata tiga sampai lima tahun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ginjal babi penyakit ginjal

Sumber : Tempo

Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top