Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Fakta Covid-19 Varian AY.4.2, Seberapa Berbahaya?

Simak 4 fakta tentang Covid-19 varian AY.4.2 yang perlu Anda ketahui seperti dikutip dari Times of India, Jumat (29/10/2021).
Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  14:33 WIB
4 Fakta Covid-19 Varian AY.4.2, Seberapa Berbahaya?
Ilustrasi virus Covid-19 varian AY.4.2 - Times of India \\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi gelombang ketiga virus Covid-19 mungkin dapat terjadi. Peringatan baru dalam bentuk mutasi baru dari SARS-COV-2 hadir, yaitu varian AY.4.2.

Pejabat kesehatan di India sedang menyelidiki arian AY.4.2, yang diduga sebagai penyebab utama peningkatan baru kasus di Inggris dalam beberapa minggu terakhir.  Berita tersebut beriringan oleh kebijakan pemerintah mengenai Covid-19 yang sedang dilonggarkan di seluruh dunia.

Para ahli mengungkapkan bahwa hal ini harus menjadi pertimbangan dan tanda bahwa pandemi belum mendekati kata akhir. Apalagi, kasus positif Covid-19 kembali merebak di China dan Singapura.

Simak 4 fakta tentang Covid-19 varian AY.4.2 yang perlu Anda ketahui seperti dikutip dari Times of India, Jumat (29/10/2021).

1. Apa itu varian AY.4.2?

Dilansir dari Times of India, varian AY.4.2 merupakan mutasi terbaru virus Corona yang merupakan sub-garis keturunan dari virus varian Delta. Untuk saat ini, AY.4.2 tersebut dijuluki sebagai varian Delta Plus.

Menurut para ilmuwan berbasis di Universitas Columbia, Amerika Serikat, sebanyak 75 garis keturunan AY dari virus corona telah diidentifikasi. Parahnya,AY.4 merupakan salah satu sub-varian cepat bercabang.

Varian ini dianggap terus meningkat di beberapa bagian negara Inggris selama beberapa bulan terakhir, jika dilihat dari lonjakan dalam kasus varian Delta.

Jika laporan diteruskan, sebanyak 63 persen kasus baru dalam sebulan terakhir telah diurutkan secara berurut berdasarkan genomika untuk memiliki varian AY.4.2. Selanjutnya, AY. 4.2 sublineage juga telah terlacak di beberapa bagian Eropa, termasuk Denmark dan Jerman, yang pertama kali diidentifikasi pada bulan Juli. 

Para peneliti khawatir bahwa varian baru yang termasuk dalam varian Delta ini mampu menyebar cepat dan bisa sangat menular, sehingga berpotensi menyebabkan lonjakan berulang di seluruh dunia.

2. Apa bedanya dengan varian Delta Plus?

Dalam beberapa bulan terakhir, varian Delta Plus dikatakan sebagai mutasi yang berbeda yaitu B.1.617.2.1/(AY.1).

Varian ini pertama kali diidentifikasi di negara bagian di seluruh India. Varian Delta Plus dijuluki sebagai Variant of Concern (VoC) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Delta Plus lebih mengancam daripada varian Delta. 

Adapun, varian AY.4.2 yang saat ini juga merupakan sub-garis keturunan dari varian Delta. Varian AY.4.2 telah ditetapkan sebagai varian lebih mengancam karena telah dilacak ke lebih banyak kasus di seluruh dunia.

Namun, kedua mutasi virus corona bercabang dari varian Delt tersebut dapat memicu rasa kekhawatiran pada momen kritis ini. Ketika cakupan vaksinasi masih jauh dari target efisien serta banyak masyarakat telah kembali pada kebiasaan pra-pandemi.

Varian AY.4.2 yang diidentifikasi di Inggris, belum diberi label sebagai kemungkinan Variant of Concern (VoC). Badan Kesehatan Inggris (NIH) hanya berspekulasi sebagai Variant under Investigation (VUC).


3. Gejala dan Risiko Varian AY.4.2

Meskipun masih banyak informasi lebih lanjut tentang varian mutasi ini, para ahli percaya bahwa AY.4.2 berasal dari varian Delta yang mengartikan mungkin bisa menandakan gejala Covid-19 yang lebih parah dan lebih menular.

Untuk saat ini, varian Delta dikatakan sekitar 60 persen lebih menular yang mengindikasikan garis keturunan AY.4.2 juga dapat memiliki tingkat keparahan yang sama atau lebih.

Namun, terdapat sedikit bukti bahwa varian saat ini yang dipertanyakan membuat antibodi yang digerakkan oleh vaksin saat ini tidak efektif.

Apa yang telah diselidiki sejauh ini adalah bahwa garis keturunan AY.4.2 mengandung mutasi yang mengkhawatirkan yaitu A1711V karena mempengaruhi protein Nsp3 virus.

Hal tersebut berdampak pada sejumlah peran replikasi virus. AY.4.2 juga memiliki dua mutasi tambahan, yang mungkin dapat memengaruhi protein lonjakan virus.

4. Haruskah Khawatir dengan varian AY.4.2?

Para peneliti belum dapat mengetahui seberapa besar kemungkinan infeksi yang dimiliki AY.4.2 dan seberapa cepat dapat menyebar di waktu mendatang.

Namun, hal yang perlu menjadi perhatian adalah varian AY.4.2 berasal dari garis turunan varian Delta, varian yang memengaruhi efektifitas vaksinasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Covid-19 Varian Delta Covid-19 varian Delta Plus
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top