Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Mitos Berbahaya Kanker Prostat yang Terbukti Salah: Sering Tahan Kencing, Tak Bisa Ereksi

Simak 4 mitos seputar kanker prostat yang dinilai berbahaya padahal belum terbukti kebenarannya.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 03 November 2021  |  15:34 WIB
Ilustrasi penderita prostat - Istimewa
Ilustrasi penderita prostat - Istimewa

Bisnis.com, SOLO - Kanker Prostat merupakan penyakit yang ditakuti oleh kaum pria, di saat usia sudah lebih dari 60 tahun.

Kebanyakan pria didiagnosa mengidap kanker prostat setelah menginjak usia 65 tahun.

Kemudian bagi pria berusia sebelum 40 tahun, sangat jarang ditemukan sudah mengidap kanker prostat.

Kanker tersebut pun berada di posisi atas deretan penyakit kanker yang paling mematikan di Indonesia.

Melansir dari Indonesia Cancer Care Indonesia (ICCC), sebagian pasien yang mengidap kanker prostat tak merasakan gejala apapun.

Meskipun bagi sebagian pasien, gejala awal penyakit ini adalah nyeri pada punggung dan panggul yang sebelumnya tidak dirasakan.

Nah berikut 4 mitos seputar kanker prostat yang dianggap berbahaya, namun ternyata faktanya adalah salah.

1. Sering menahan kencing

Hingga kini belum ditemukan penelitian lebih lanjut yang mengaitkan menahan kencing dengan membesarkan prostat.

Menahan kencing tak menyebabkan adanya perubahan pada prostat. Karena secara umum, pembesaran diduga terjadi akibat pengaruh keseimbangan hormon androgen dan estrogen saat pria sudah mulai menginjak masa tua.

Hormon tersebutlah yang menganggu keseimbangan sel prostat, sehingga terjadi pembesaran dan pembengkakan.

2. Tak lagi bisa ereksi

Sebagian pria merasa cemas setelah didiagnosa kanker prostat karena adanya mitos yang berkaitan dengan kehidupan seksual mereka.

Mengidap kanker prostat disebut juga menurunkan libido dan gairah di ranjang.

Pasca operasi, ereksi yang kuat memanglah sedikit lebih susah dari biasanya.

Untuk itu perlu adanya pemulihan yang memakan waktu 24 bulan, tergantung kondisi pasien.

Selain itu, mitos mengenai pengobatan kanker prostat yang menyebabkan terjadinya impotensi adalah tidak benar.

Memang setelah operasi, pria mungkin akan sedikit sering mengompol tapi ini hanya bersifat sementara dan bisa diobati.

3. Bukan penyakit turun temurun

Genetik merupakan salah satu faktor risiko kanker terjadi pada seorang individu.

Jika ayah menderita kanker prostat, maka sang anak atau berisiko mengalami kanker prostat 2 kali lebih tinggi. Meskipun itu artinya Anda belum tentu terkena penyakit tersebut.

Potensi dan risiko kanker prostat dalam diri Anda tergantung dari gaya hidup sehari-hari.

4. Penyakit tidak mematikan

Pertumbuhan sel-sel kanker yang menyerang prostat terjadi cukup lambat dan bahkan tidak menimbulkan gejala.

Hal tersebut menyebabkan banyak pria tidak sadar telah memiliki kanker prostat dan baru mencari pengobatan saat kondisinya sudah parah.

Meski begitu, ada juga kasus kanker prostat yang terjadi sangat cepat dan agresif.

Sama halnya dengan jenis kanker lainnya, kanker prostat juga bisa mematikan jika dibiarkan tanpa penanganan.

Oleh sebab itu penderita sebaiknya terus melakukan konsultasi terhadap dokter setelah didiagnosa penyakit kanker prostat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prostat Kanker Prostat
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top