Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Digitalisasi Membuat Pelayanan Kesehatan di Era Pandemi Lebih Efisien dan Efektif

Seluruh terobosan di bidang kesehatan tersebut berhasil meringankan beban pasien. Namun, diperlukan komitmen para pemangku kepentingan di sektor pemerintah, industri, dan komunitas untuk memastikan kemudahan dari infrastruktur digital dapat dinikmati oleh masyarakat luas, terlepas dari latar belakang sosial dan ekonomi.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 12 November 2021  |  21:30 WIB
Telemedicine
Telemedicine

Bisnis.com, JAKARTA – General Director RS Cipto Mangunkusumo, dr. Lies Dina Liastuti, Sp.JP(K), MARS, FIHA, mengatakan solusi untuk menciptakan efisiensi efektifitas layanan yang berujung pada keselamatan pasien maupun nakes di rumah sakit adalah menggunakan digitalisasi.

Diakuinya, masa pandemi ternyata menimbulkan inovasi terobosan dalam hal digitalisasi RSCM yang dibangun sejak beberapa tahun terakhir.
 
“Salah satu perubahan yang paling kami rasakan adalah dengan sistem pendaftaran online dan pendaftaran terpadu mulai dari rawat jalan yang terintegrasi ke layanan admisi, penunjang dan lain-lain telah memangkas secara signifikan waktu tunggu pasien. Dengan sistem itu kita juga lebih baik dalam mengontrol protokol kesehatan selama pandemi. Hasilnya, antrean di rumah sakit tidak lagi terlalu menumpuk dan dapat diatur jaga jarak. Ketika pasien dan tenaga kesehatan menjadi pihak yang sama-sama rentan, digitalisasi telah memberikan kemudahan bagi kami untuk bekerja dengan lebih cepat dan akurat untuk memberikan pelayanan yang terbaik.” kata dr. Lies dalam talkshow “Innovating Diagnostics, Shaping Healthcare & Saving Lives” yang diadakan secara virtual pada Jumat (12/11/2021).
 
Dia juga menambahkan, dengan digitalisasi, rumah sakit menuju pada layanan yang lebih baik dan smart.
 
Sementara itu, Chief Information Officer PT Siloam International Hospitals Tbk, Ryanto Marino Tedjomulja mengungkapkan, fasilitas kesehatan menanggung peningkatan biaya operasional dan kebutuhan pelayanan selama pandemi berlangsung agar tetap aman, standar, dan bermutu. Penerapan inovasi teknologi dalam kegiatan operasional rumah sakit sehari-hari, dinilai dapat mengurangi peningkatan biaya-biaya tersebut tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
 
Selama pandemi banyak pasien yang takut untuk ke rumah sakit. Untuk itu, berbagai terobosan telah mereka lakukan agar pelayanan dapat tetap optimal, salah satunya dengan memperkuat platform MySiloam app untuk proses pendaftaran pasien, pembayaran medical checkup, melakukan teleconsultation dengan dokter, dan mendapatkan hasil lab maupun riwayat pengobatan secara digital.
 
“Digitalisasi yang kami lakukan juga memudahkan pasien dalam mendapatkan fasilitas homecare. Selain itu sistem digitalisasi juga dilakukan untuk pemeriksaan tes- tes yang berhubungan dengan Covid-19, sehingga pasien dapat dengan mudah memesan layanan dan mendapatkan hasil melalui platform digital sehingga tidak perlu lagi datang kembali ke rumah sakit. Digitalisasi adalah hal yang perlu dan sangat mungkin untuk dilakukan oleh penyedia kesehatan, opportunity kita semua untuk berkembang masih sangat besar”, jelas Ryanto.
 
Seluruh terobosan di bidang kesehatan tersebut berhasil meringankan beban pasien. Namun, diperlukan komitmen para pemangku kepentingan di sektor pemerintah, industri, dan komunitas untuk memastikan kemudahan dari infrastruktur digital dapat dinikmati oleh masyarakat luas, terlepas dari latar belakang sosial dan ekonomi.
 
Head of Medical Good Doctor Technology Indonesia, dr. Adhiatma Gunawan mengatakan, telemedisin bisa membantu masyarakat mendapatkan askes layanan kesehatan di saat sedang terjadi overload capacity di rumah sakit, dan juga membantu masyarakat untuk lebih proaktif terhadap manajemen kesehatan dirinya.
 
“Kolaborasi layanan adalah hal yang penting dan perlu dilaksanakan. Integrasi data dengan berbagai pemangku kepentingan juga tentunya akan terhubung dengan lebih mudah. Untuk implementasi hal serupa tentu membutuhkan tidak hanya regulasi dari pemerintah, namun juga kesiapan infrastuktur dan teknologi dan juga tenaga yang ada, sehingga fasyankes dapat memberikan layanan telemedisin juga,” kata dr. Adhiatma.
 
Selain itu, Managing Director Roche Diagnostics Asia Pacific, Lance Little menambahkan, kebutuhan terhadap sistem kesehatan akan terus meningkat, dan seperti yang terlihat saat pandemi, dibutuhkan adopsi jangka panjang pada layanan perawatan yang lebih efisien dan efektif.
 
Teknologi digital dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi layanan kesehatan sekaligus menghubungkan pasien, profesional perawatan kesehatan, pembayar, dan pembuat kebijakan dengan cepat.
 
“Meskipun ada potensi luar biasa, manfaat paling nyata yang ditawarkan digitalisasi pada sistem kesehatan adalah kesempatan untuk mewujudkan visi mereka tentang perawatan proaktif dan pencegahan,” tutup Lance.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

digitalisasi medis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top