Ilustrasi Covid-19 varian Omicron/DW.com
Health

Dari Tingkat Keparahan hingga Resistensi Obat, Ini Fakta-fakta Varian Omicran

Mia Chitra Dinisari
Rabu, 1 Desember 2021 - 19:36
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Virus covid varian Omicron telah membuat khawatir hampir semua negara di dunia, karena dugaan penyebarannya akan tinggi seperti halnya varian delta.

Apalagi, varian ini disebut telah mengkombinasi mutasi yang sebelumnya dimiliki oleh VOC lain. Omicron diketahui memiliki lebih dari 30
mutasi pada Spike protein. Dari beberapa mutasi tersebut telah diketahui efeknya.

Varian ini juga disebut memiliki peningkatan transmisi penularan dan penurunan kemampuan netralisasi antibodi. Namun tidak ada bukti
dalam peningkatan keparahan, terutama pada individu yang telah divaksin. Demikian menurut data dari Rakor Kementerian Kesehatan.

Namun, dari data tersebut, ada 4 fakta yang diungkapkan terkait virus omicron tersebut sebagai berikut :

1. Tingkat Keparahan

Preliminary informasi dari Afrika Selatan menunjukkan tidak ada perbedaan gejala dan mirip dengan varian lain. Beberapa individu diketahui tidak bergejala.

2. Transmisi penularan

Kemungkinan lebih cepat menular dibanding varian delta dan re-infeksi

3. Escape immunity

Beberapa mutasi di protein Spike menunjukkan efek yang signifikan terhadap penurunan kemampuan antibodi dalam menetralisasi virus. Efek resistensi terhadap vaksinasi belum diketahui

4. Resistensi obat

Tidak ada bukti mutasi yang mempengaruhi efek antiviral.

Data tersebut juga mengungkapkan jika estimasi laju mutasi dan tren peningkatan proporsi Omicron relatif lebih tinggi dibanding Delta

Sekuens data omicron telah mendominasi varian di Afrika Selatan dalam periode waktu yang lebih cepat dibandingkan varian
Delta di India.

Dengan karakteristik mutasi protein Spike yang dimiliki Omicron, diprediksi varian ini dapat menggantikan Delta. Seperti diketahui, Delta memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan untuk menggantikan varian Alpha.

Sejak pertama dilaporkan di Afrika Selatan, proporsi varian Omicron terus meningkat.

Terjadi peningkatan kasus konfirmasi dari 161 menjadi 249 dan negara yang mendeteksi Omicron dari 14 menjadi 21.

WHO memperkirakan negara di bagian Asia Tenggara (SEARO) memiliki resiko sangat tinggi.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro