Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbandingan Virus Varian Omicron dan Delta, Mana yang Lebih Menular?

Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang perbandingan kedua varian omicron dan delta.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  09:29 WIB
Perbandingan Virus Varian Omicron dan Delta, Mana yang Lebih Menular?
virus omicron
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Varian Covid-19 Omicron telah menyebabkan kekhawatiran di seluruh dunia. Beberapa negara telah memperbarui kebijakan Covid mereka, memberlakukan penguncian dan mendesak warganya untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan.

Informasi mengenai varian baru ini masih sangat sedikit, namun para ahli khawatir karena varian Omicron memiliki sejumlah besar mutasi pada protein lonjakan sehingga disebut sangat menular.

Varian Delta dan Omicron telah dinyatakan sebagai variants of concern oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun belum terlihat apakah yang satu lebih parah dan berbahaya dari yang lain.

Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang perbandingan kedua varian ini.

1. Varian Omicron lebih banyak bermutasi dibandingkan dengan varian Delta

Melansir Times of India, Rabu (8/12/2021), hasil pengurutan genom mengungkapkan bahwa varian Omicron lebih banyak bermutasi dibandingkan dengan varian Delta.

Varian Omicron diketahui memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan, dibandingkan dengan 18 mutasi yang ditemukan di Delta.

Inilah yang membuat varian Omicron diyakini kebal terhadap antibodi yang diinduksi vaksin, yang mengarah ke lebih banyak infeksi terobosan.

2. Gejala Omicron disebut lebih ringan

Laporan awal yang diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan Angelique Coetzee, yang juga merupakan orang pertama yang melaporkan kasus varian Omicron, menunjukkan gejala Omicron tidak biasa tetapi ringan.

Menurutnya, individu yang terinfeksi Omicorn hanya melaporkan gejala ringan seperti kelelahan, nyeri di tubuh dan tenggorokan gatal, daripada sakit tenggorokan.

Tidak ada kasus hilangnya indera penciuman ataupun batuk dan mereka yang terkena strain baru ini tidak mengalami panas tinggi.

“Seiring waktu, gejalanya menjadi lebih baik dengan sendirinya,” kata Angelique.

Sementara varian Delta juga memicu gejala ringan, dengan demam, kelelahan dan batuk menjadi beberapa tanda yang paling umum, ada populasi besar yang mengalami gejala yang sangat parah. Bahkan beberapa memerlukan rawat inap.

Hingga saat ini, belum ada kasus Omicron yang parah.

Namun, masih terlalu dini untuk mengklaim bahwa Omicron memiliki gejala yang lebih ringan atau lebih parah daripada Delta.

Sebab, mengutip CNET, kasus yang dikonfirmasi disebabkan oleh Omicron telah menunjukkan gejala ringan, dan kebanyakan dari mereka yang terinfeksi varian ini adalah orang dewasa yang lebih muda, menurut departemen kesehatan Afrika Selatan.

Orang dewasa yang lebih muda dan anak-anak umumnya lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami Covid-19 yang parah jika dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih tua.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top