Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Penyakit dan Dampak Spinal Cord Injury yang Diderita Laura Anna

Selebgram Laura Anna diketahui menderita penyakit cedera fisik tulang belakang atau spinal cord injury, ini penjelasan dan dampak penyakit yang dideritanya.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  15:34 WIB
Mengenal Penyakit dan Dampak Spinal Cord Injury yang Diderita Laura Anna
Laura Anna meninggal dunia. - Foto: Twitter
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Selebgram Laura Anna dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (15/12/2021).

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian mantan kekasih Gaga Muhammad tersebut.

Namun sebelumnya, Laura diketahui mengidap penyakit spinal cord injury atau cedera tulang belakang akibat kecelakaan yang dideritanya.

Pada 2019 lalu, Laura Anna mengalami kecelakaan mobil bersama dengan Gaga Muhammad. Kecelakaan tersebut disebabkan karena Gaga mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.

Lalu apa itu spinal cord injury yang diderita oleh Laura Anna?

Spinal cord injury merupakan cedera fisik serius yang diderita oleh seseorang dan berdampak sangat serius.

Dampak yang disebabkan bisa terjadi secara permanen atau jangka panjang, yang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.

Cedera spidal ini terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, kekerasan, olahraga, atau jatuh.

Mengutip dari Mayo Clinic, cedera tulang belakang tersebut berpengaruh pada sumsum tulang belakang yang menyebabkan kemampuan menggerakkan tubuh menjadi terganggu.

Penderita spinal cord injury pun biasanya akan mengalami kesulitan menggerakkan sebagaian tubuh atau melakukan aktivitas tertentu.

Cedera sumsum tulang belakang yang dekat dengan bagian leher biasanya akan menyebabkan kelumpuhan di seluruh bagian tubuh.

Kelumpuhan yang terjadi akibat cedera tulang belakang disebabkan karena adanya gangguan pengiriman sinyal dari otak ke seluruh tubuh.

Untuk pengobatannya, dokter akan menjalankan prosedur fisioterapi setelah kondisi pasien membaik.

Namun, waktu yang dibutuhkan hingga pasien dapat menjalani fisioterapi bisa berbeda-beda tergantung keparahan yang dialami.

Pada masa pemulihan, pasien akan diarahkan oleh dokter untuk melatih kekuatan otot dan mengembalikan kemampuan bergerak.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri untuk pasien.

Kemudian, ini 4 dampak serius akibat cedera tulang belakang yang dialami oleh penderitanya.

1. Peredaran Darah

Cedera tulang belakang dapat menyebabkan masalah pada peredaran darah, mulai dari tekanan darah rendah saat Anda naik (hipotensi ortostatik) hingga pembengkakan pada ekstremitas Anda.

Perubahan sirkulasi ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah, seperti deep vein thrombosis atau embolus paru.

2.Sistem Pernapasan

Cedera yang terjadi pada tulang belakang dapat membuat Anda menjadi lebih sulit untuk bernapas dan batuk, karena hal itu akan membuat otot perut dan dada Anda terasa seperti tertarik sehingga akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Tingkat cedera neurologis Anda akan menentukan jenis masalah pernapasan yang Anda alami.

Jika Anda memiliki cedera tulang belakang leher dan dada, Anda mungkin memiliki peningkatan risiko pneumonia atau masalah paru-paru lainnya.

3. Kepadatan Tulang 

Cedera yang terjadi pada tulang belakang, dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang pada bagian tulang yang cedera.

4. Nyeri

Beberapa orang mengalami nyeri, seperti nyeri otot atau persendian, karena terlalu sering menggunakan kelompok otot tertentu.

Nyeri saraf dapat sering terjadi ketika adanya kerusakan atau cedera pada tulang belakang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tulang belakang Laura Anna
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top