Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

9 Rekomendasi Terbaru IDAI Terkait Vaksin Covid-19 pada Anak Usia 6-11 Tahun

Berikut 9 rekomendasi IDAI terkait pemberian vaksin covid-19 pada anak dengan usia 6-11 tahun
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 17 Desember 2021  |  16:27 WIB
Seorang anak memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Pemerintah akan menggunakan 6,4 juta dosis vaksin Sinovac untuk anak hingga akhir Desember 2021. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani -
Seorang anak memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Pemerintah akan menggunakan 6,4 juta dosis vaksin Sinovac untuk anak hingga akhir Desember 2021. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani -

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun sudah mulai dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia.

Mengenai hal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali mengeluarkan rekomendasi terbarunya mengenai vaksin Covid-19 pada anak usia 6 hingga 11 tahun.

Berikut 9 rekomendasi IDAI terkait pemberian vaksin covid-19 pada anak dengan usia 6-11 tahun.

1. Pemberian imunisasi Covid-19 Coronavac pada anak golongan usia 6-11 tahun.

2. Vaksin Coronavac diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml) sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

3. Anak dengan penyakit komorbid seperti kondisi kronis yang stabil mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi bila menderita infeksi Covid-19, oleh karena itu anak-anak ini bisa diberikan imunisasi setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter yang merawatnya.

4. Anak yang telah sembuh dari Covid-19 termasuk yang mengalami Long Covid-19 perlu dilakukan vaksinasi Covid-19. Anak yang menderita Covid derajat berat atau MIS-C (Multi System Inflammatory Syndrome in Children), maka pemberian vaksinasi Covid-19 ditunda 3 bulan, sedangkan bila menderita Covid-19 derajat ringan-sedang ditunda 1 bulan.

5. Anak dengan kebutuhan khusus, anak dengan gangguan perkembangan dan perilaku, anak di panti asuhan/perlindungan perlu mendapat vaksinasi Covid-19 dan perlu pendekatan khusus untuk pelaksanaan pemberian vaksinasinya.

6. Jarak pemberian vaksin Covid-19 dengan vaksin lainnya minimal 2 minggu.

Pada rekomendasi sebelumnya, jarak pemberian vaksin Covid-19 dengan vaksinasi lainnya adalah 4 minggu. Namun, karena vaksin Coronavac adalah vaksin inaktif, Ketua Umum IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan jarak pemberian menjadi minimal 2 minggu.

Sementara itu, bila Anda bingung vaksin mana yang lebih dulu bisa diterima oleh anak, Ketua Satgas Imunisasi IDAI Profesor Hartono Gunardi mengatakan, yang didahulukan adalah program vaksinasi bias. Namun, apabila sekolah sudah mendapatkan jadwal untuk melakukan vaksinasi Covid-19, Hartono menyarankan untuk melakukan vaksinasi Covid terlebih dahulu, lalu 2 minggu kemudian barulah melakukan vaksinasi bias.

"Untuk daerah-daerah yang belum jelas karena tidak semua daerah mendapatkan vaksinasi Covid, jadi silahkan vaksin vias terlebih dahulu, baru setelah itu vaksin Covid," jelas Hartono dalam Media Briefing Update Rekomendasi IDAI dan Asosiasi Dokter Anak Internasional (IPA) mengenai Vaksinasi Covid pada Anak yang diadakan secara virtual pada Jumat (17/12/2021).

7. Perlu diperhatikan secara khusus: penentuan pemberian dipertimbangkan bila manfaat lebih besar dari pada risiko munculnya KIPI dan ditentukan/direkomendasikan oleh dokter yang merawat. Imunisasi dilakukan di rumah sakit. Kondisi yang dimaksud adalah:
- Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol
- Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi
- Demam 37,5 derajat Celcius atau lebih
- Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital belum terkendali
- Diabetes melitus belum terkendali, insufisiensi adrenal seperti HAK (Hiperplasia Adrenal Kongenital), penyakit Addison
- Gangguan perdarahan seperti hemofilia
- Pasien transplantasi hati dan ginjal
- Reaki alergi berat seperti sesak napas, urtikaria general

Semua kondisi ini apabila terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

8. Anak-anak dengan kondisi berikut tidak boleh mendapatkan vaksin:
- Reaksi anafilaksis karena komponen vaksin pada pemberian vaksin sebelumnya
- Penyakit Sindrom Guillain-Barre, myelitis transverse, acute demyelinating encephalomyelitis
- Sedang mendapatkan pengobatan imunosupresan/sitostatika berat
- Dalam 7 hari terakhir anak dirawat di rumah sakit, atau mengalami kegawatan seperti sesak napas, kejang, tidak sadar, berdebar-debar, perdarahan, hipertensi dan tremor hebat.

Namun, Hartono menambahkan, bila kondisi sudah membaik atau sembuh, maka pemberian vaksinasi bisa diberikan setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang merawat.

9. Pemberian imunisasi dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. sebelum dan sesudah vaksinasi semua anak tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan jangan bepergian bila tidak penting.

10. Setelah pemberian imunisasi anak perlu dipantau 15-30 menit terhadap kemungkinan munculnya alergi berat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikatan dokter indonesia Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top