Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intip Kisah Sukses Mas Wahid, YouTuber yang Sukses Besarkan Perusahaan Otobus Saat Pandemi

Muhamad Abdul Wahid menggemari dunia otomotif, khususnya kendaraan besar beroda enam. Dia juga melakukan inovasi di tengah pandemi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  20:24 WIB
Intip Kisah Sukses Mas Wahid, YouTuber yang Sukses Besarkan Perusahaan Otobus Saat Pandemi
Unit terbaru Pesona Transport Service milik Muhamad Abdul Wahid - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rontoknya sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah Muhamad Abdul Wahid atau akrab disapa Mas Wahid untuk memulai bisnis bus wisata. Pria yang dikenal sebagai influencer otomotif ini memulai bisnis tersebut pada pertengahan 2020 dengan sebuah bus bekas pakai.

Bus tersebut dia beli secara kontan dari salah satu PO AKAP di Kudus, Jawa Tengah. Hanya dalam waktu dua tahun, unitnya terus bertambah yang mana saat ini mencapai tujuh unit di bawah bendera Pesona Transport Service, Semarang.

Perjalanan bisnis busnya juga dia bagikan dalam kanal YouTube dan akun Instagram-nya. Bahkan, dia terang-terangan menyebut unitnya adalah unit bekas pakai dan menjelaskan harga beserta riwayat pemakaian sebelumnya.

Apa yang dilakukannya adalah sebuah anomali dalam bisnis transportasi bus, khususnya bus pariwisata. Sebab, konsumen kerap menuntut unit baru atau unit tahun muda.

"Awalnya jualannya sulit. Konsumen juga mempertimbangkan itu. Tapi kami bisa meyakinkan mereka. Bus sudah mengalami perbaikan dan jadi prinsip kita tidak boleh ada unit yang mogok di jalan. Alhamdulillah-nya tidak pernah," katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Muhamad Abdul Wahid otobus

Hanya dalam waktu beberapa bulan, permintaan sewa bus ke Pesona Transport Service mulai berdatangan. Unit bus ditambah satu demi satu dan mulai penambahan unit keempat mulai menggunakan unit tahun muda.

"Unit pertama dan kedua yang istilahnya mobil capek karena bekas AKAP sudah tidak digunakan. Mulai pakai mobil tahun muda untuk meningkatkan citra juga," tuturnya.

Saat menambah unit keempat, Mas Wahid menghadirkan gebrakan berupa bus berkaca depan tunggal (single glass). Melawan tren kaca depan ganda (double glass) yang membuat tampilan bus lebih menarik dari luar.

Pilihannya tidak salah, ternyata bus berkaca depan tunggal diminati oleh penyewa. Bahkan, bus tersebut nyaris tidak pernah pulang ke garasi lantaran permintaannya tinggi.

bus single glass

"Penyewa banyak yang senang karena pandangan ke depan tidak terhalang. Sempat dua bulan tidak berhenti order-nya atau tidak libur. Sesekali hanya perawatan," ungkapnya.

Lesunya sektor pariwisata membuat Mas Wahid harus jeli melihat peluang. Dia bersama tim bergerilya mencari calon penyewa potensial yang tentunya tak melulu datang dari sektor pariwisata.

Hal tersebut dia imbangi dengan pelayanan prima sebelum, saat, hingga setelah bus digunakan oleh penyewa.

"Target konsumennya ke penyewa yang mapan. Selama ini berkat kerja tim kami bisa mendapatkan order selain untuk wisata. Bisa untuk ziarah, mobilisasi santri, mobilisasi pasukan TNI, angkutan event di Mandalika, Lombok," paparnya.

Adapun, ketika ditanya mengapa memilih bisnis bus pariwisata yang penuh risiko, Mas Wahid menyebut hal itu tak terlepas dari hobinya. Sudah sejak lama dia menggemari dunia otomotif, khususnya kendaraan besar beroda enam itu.

"Orang yang usaha bis ini biasanya passion-nya disitu. Tantangannya banyak, kalau enggak suka ya sulit, modal juga terbilang besar, risiko besar," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis bus
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top