Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19 pada Anak

Usai mendapatkan vaksin Covid-19, maka tangan anak perlu lebih sering digerakkan, agar tidak terasa nyeri.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 22 Januari 2022  |  15:36 WIB
Seorang anak memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Pemerintah akan menggunakan 6,4 juta dosis vaksin Sinovac untuk anak hingga akhir Desember 2021. ANTARA FOTO - Prasetia Fauzani
Seorang anak memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Pemerintah akan menggunakan 6,4 juta dosis vaksin Sinovac untuk anak hingga akhir Desember 2021. ANTARA FOTO - Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) menyatakan bahwa efek samping vaksin Covid-19 pada anak merupakan hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti.

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan timbulnya efek samping vaksin Covid-19 setelah imunisasi merupakan hal yang sangat lumrah terjadi meski tidak semua orang mengalaminya. Apabila anak-anak merasakan efek samping setelah melaksanakan vaksinasi, terutama pada anak-anak, terdapat kiat yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Hindra mengatakan jika terdapat reaksi yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak-anak, maka dianjurkan untuk beristirahat dan segera untuk memberikan obat pereda demam apabila timbul gejala tersebut.

“Kalau perlu berikan obat segera, kalau demam segera, tidak akan mempengaruhi daya kebal,” ujarnya dalam diskusi yang digelar pada Sabtu (22/1/2022).

Lebih lanjut, Hindra mengatakan apabila timbul gejala lain seperti nyeri di bagian tubuh yang mendapatkan suntikan, maka tangan anak perlu untuk tersebut dianjurkan untuk lebih sering digerakkan.

“Apabila perlu kompres dengan air dingin,” jelasnya.

Dia menyebutkan untuk KIPI vaksinasi Pfizer pada anak usia 12 tahun–15 tahun untuk suntikan dosis pertama reaksi lokasi sakit ditempat suntikan hanya sebesar 5,8 persen dan 5 persen pada dosis 2.

Reaksi bengkak pada usia anak 12 tahun—15 tahun untuk suntikan dosis 1 sebesar 6,9 persen dan 4,9 persen untuk suntikan jenis 2.

Sementara itu, reaksi kemerahan pada anak usia 12 tahun—15 tahun adalah sebesar 86,2 persen untuk suntikan dosis 1 dan 78,9 persen pada suntikan dosis 2.

Adapun, untuk reaksi umum yang ditimbulkan dari vaksinasi Pfizer yang paling sering terjadi pada  anak usia 12 tahun—15 tahun adalah kelelahan, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, diare, nyeri sendi, demam, muntah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top