OYO Indonesia. (ANTARA/HO)
Travel

Dukung Potensi Lokal, OYO Bantu Digitalisasi Desa Wisata

Ahmad Thovan Sugandi
Jumat, 4 Maret 2022 - 13:06
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan besarnya potensi pengembangan Desa Wisata dalam masa pemulihan pariwisata nasional saat ini, pemerintah dan pelaku industri pariwisata memperkuat kolaborasi guna mengoptimalkan potensi tersebut, termasuk dalam hal penginapan.

OYO, perusahaan hospitality berbasis teknologi, melakukan kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pemerintah daerah setempat untuk mendukung percepatan dalam pengembangan Desa Wisata melalui digitalisasi. Berbekal kemampuan teknologi OYO, kolaborasi yang dinamakan program Maju Bersama Desa Wisata, diharapkan mampu mengoptimalkan potensi Desa Wisata di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mengapresiasi langkah inisiatif dari OYO dalam digitalisasi di Desa Wisata dan terutama kontribusinya bagi sektor pariwisata lokal.

Ditemui pada acara virtual konferensi pers Peran OYO bersama Pemerintah dalam Percepat Pengembangan Digitalisasi pada Wisata Lokal “Desa Wisata” di Tengah Pandemi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno menyebut pentingnya digitalisasi dalam mendorong Desa Wisata Maju.

"Mari kita bersama-sama mendigitalisasi sebagai bagian dari transformasi dan promosi destinasi pariwisata. Sejalan dengan komitmen Kemenparekraf untuk menciptakan program dan kerjasama yang tepat sasaran, tepat guna dan tepat manfaat, kami ingin mengajak OYO dan rekan-rekan semua desa wisata untuk perkuat destinasi wisata dengan digitalisasi melalui pemanfaatan teknologi digital, bukan hanya menjual secara online tetapi juga mempromosikan dan menghadirkan konten-konten kreatif," ujarnya, dalam rilis yang diterima, Kamis (3/3/2022).

Sandiaga menjelaskan, melalui standarisasi layanan berbasis CHSE yang OYO miliki dan fitur-fitur teknologinya, dapat memberikan preferensi kenyamanan tersendiri bagi wisatawan dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan cepat. Dengan itu pemerintah optimis dapat memajukan Desa Wisata dan menjamin kesejahteraan melalui program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat."

Sandiaga juga mengharapkan Kemenparekraf bersama OYO dapat mendorong Desa Wisata untuk hadir sebagai simbol kebangkitan ekonomi. “Mari kita buka peluang usaha baru untuk ekonomi kreatif dan mempercepat kemajuan kemandirian desa," ujar Sandiaga.

Meski awalnya menargetkan 244 desa wisata yang tersertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan di 2024, tetapi Sandiaga yakin bahwa melalui jaringan Desa Wisata, kini Kemenparekraf yakin untuk menargetkan 3.000 desa wisata bisa siap untuk ADWI 2022.

Sementara itu, Country Head OYO Hotels and Homes Indonesia Agus Hartono Wijaya menyebut, selama pandemi, perusahaannya terus mengikuti perubahan preferensi wisatawan termasuk menjajaki berbagai potensi pengembangan industri.

"Kami melihat digitalisasi makin mengambil peran dominan dalam masa pemulihan saat ini. Selain itu, preferensi konsumen juga makin beralih ke wisata alam dan lokal," ujarnya.

Oleh karena itu, berbekal kemampuan teknologi dan jangkauan pasar OYO, Agus mengaku optimis kolaborasi ini mampu mempercepat pengembangan Desa Wisata yang memiliki konsep pariwisata unik.

Lebih lanjut, CEO OYO India & South-East Asia Rohit Kapoor menyebut, perusahaannya terus berkomitmen dalam upaya pemulihan pariwisata di Indonesia, salah satunya dengan mendukung program prioritas pemerintah.

Menurutnya OYO akan mendukung program pemerintah bernama 'Mission Youth' dengan membuka homestay di 75 desa untuk mempromosikan kewirausahaan dan menciptakan peluang wirausaha.

Sebagai informasi, OYO akan meningkatkan okupansi penginapan di Desa Wisata dengan standarisasi kualitas layanan yang syarat akan kearifan lokal. Selain itu, setidaknya, terdapat 2 teknologi unggulan OYO yang akan diintegrasikan di Desa Wisata.

Pertama adalah OYO OS sebagai sistem manajemen hotel, seperti pemesanan, laporan pendapatan/tren, dan fitur Live chat. Sistem ini diklaim akan sangat membantu mitra Desa Wisata dalam mengelola penginapannya dengan lebih efisien. Kedua adalah teknologi Co-OYO, yaitu aplikasi yang memudahkan mitra OYO untuk mengelola performa bisnis.

Guna memperluas jangkauan pasar, OYO juga telah menggandeng beberapa Online Travel Agent (OTA) yang bekerjasama di jaringan OYO untuk turut membantu memasarkan kamar penginapan yang berada di Desa Wisata. OYO juga akan menstandarisasi fasilitas dan layanan di Desa Wisata, salah satunya dengan melakukan transformasi penginapan yang tetap mempertahankan kearifan lokal Desa Wisata setempat.

Sebagai informasi OYO Berdiri pada 2013, dan merupakan sebuah startup di bidang perhotelan yang memiliki jaringan hotel, rumah, dan ruang tinggal. OYO mengelola berbagai properti dengan lebih dari 44.000 hotel dan lebih dari 1,2 juta kamar.

Selain itu, melalui kategori Vacation Homes (rumah liburan), OYO menawarkan akses bagi para wisatawan dengan lebih dari 125.000 rumah liburan yang dikelola di bawah brand OYO Homes, Belvilla, Danland, Dancenter serta berbagai brand di bawah bendera Traum-Ferienwohnungen yang berbasis di Jerman.

Saat ini OYO dapat ditemukan di lebih dari 800 kota di 80 negara, termasuk AS, Eropa, Inggris, India, Timur Tengah, dan Jepang. Di Asia Tenggara, OYO hadir di lebih dari 250 kota dengan lebih dari 2.500 hotel di seluruh Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Thailand.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro