Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus TBC di Indonesia Ditarget Turun 2030

TBC masih merupakan masalah kesehatan yang utama di dunia termasuk Indonesia. Laporan TBC Global 2021 oleh WHO, terdapat 9,9 juta kasus di dunia dan Indonesia sendiri menempati ketiga setelah India dan China.
Intan Riskina  Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  17:00 WIB
Pengidap tuberkulosis (TB) - tuberkulosis.org
Pengidap tuberkulosis (TB) - tuberkulosis.org

Bisnis.com, JAKARTA—Tingginya angka kematian tuberculosis atau TBC membuat pemerintah memiliki komitmen untuk lebih menanggulangi penyebaran penyakitnya serta menargetkan investasi eliminasi pada 2030 mendatang.

TBC masih merupakan masalah kesehatan yang utama di dunia termasuk Indonesia. Laporan TBC Global 2021 oleh WHO, terdapat 9,9 juta kasus di dunia dan Indonesia sendiri menempati ketiga setelah India dan China.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes, mengatakan bahwa TBC ini sifatnya menular. Maka dari itu, perlu untuk memutuskan penularannya.

“Kasus TBC dapat menularkan 15 orang ke sekitarnya. Untuk itu upaya penemuan kasus sedini mungkin dan pengobatan secara tuntas sampai sembuh merupakan salah satu upaya penting dalam memutuskan penularan TBC di masyarakat,” kata Didik pada Selasa, (22/03/2022).

Didik melanjutkan, gejala-gejala yang bisa terjadi pada penderita TBC ada banyak namun biasanya adalah sesak nafas.

“Sesak nafas, nyeri dada, batuk berdahak terus menerus selama 2-3 minggu, rasa lemas, kurang enak badan, nafsu makan yang menurun, dan berkeringat pada waktu malam hari walaupun tidak ada aktivitas,” ujarnya.

Perpres no 67 tahun 2021 ditujukan untuk memberikan acuan dalam melaksanakan penanggungan TBC bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan.

Perpres ini mengamanatkan kita agar: Pertama, menggalang dukungan segenap jajaran lintas sektor dan seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung penanggulangan TBC. Kedua, menerapkan strategi nasional penanggulangan tuberculosis 2020-2024. Ketiga, mencapai eliminasi TBC tahun 2030.

Ketua Yayasan Stop TB Partnership Indonesia (STPI), dr. Nurul H.W. Luntungan, MPH, mengungkapkan bahwa STPI memiliki misi upaya pengendalian TBC dalam aspek skema kemitraan.

“Salah satu dari misi STPI adalah memobilisasi dukungan, sumber daya, dan upaya dari berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasioanal dan internasional melalui sebuah skema kemitraan untuk upaya pengendalian TBC di Indonesia,” jelas Nurul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paru-paru radang paru-paru kanker paru-paru tuberkulosis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top