Ilustrasi.
Health

Prodia (PRDA) Rilis Layanan Cek Mutasi Gen Kanker

Dewi Fadhilah Soemanagara
Senin, 2 Mei 2022 - 16:59
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten layanan medis PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) merilis pemeriksaan terbaru untuk mengecek mutasi gen kanker dalam tubuh. 

Pemeriksaan yang diberi nama BRCA 1/2 germline tersebut bertujuan untuk mendeteksi mutasi gen BRCA 1 dan BRCA 2 yang ada dalam tubuh dengan menggunakan teknologi next generation sequencing

Teknologi tersebut menggunakan alat sequencer untuk mengidentifikasi variasi genetik dalam tubuh dengan lebih akurat dan cepat. 

Product Manager Prodia, Trilis Yulianti mejelaskan, selain untuk mendeteksi mutasi gen kanker, pemeriksaan ini dapat digunakan untuk menentukan penggunaan golongan obat yang paling sesuai dengan pasien 

“Salah satu golongan obat baru yang digunakan dalam pengobatan kanker adalah inhibitor PARP. Golongan obat ini memblokir perbaikan kerusakan DNA untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker yang memiliki varian pada gen BRCA 1 atau BRCA2 yang berbahaya,” jelas Trilis dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/5/2022). 

Saat ini salah satu jenis kanker yang paling tinggi tingkat prevalensinya di Indonesia yaitu kanker payudara, yang juga menjadi penyebab kematian terbanyak pada wanita. Penyebabnya antaralain adanya mutasi gen BRCA 1 dan BRCA 2 dalam tubuh seseorang. 

Kedua gen tersebut merupakan sejenis penekan tumor yang dapat menghambat pertumbuhan sel penyebab tumor ganas. Namun, jika gen tersebut mengalami kerusakan mutasi, maka bisa berbalik peran menjadi pemicu kanker payudara dan kanker ovarium. 

Mutasi gen ini tergolong berbahaya karena dapat diwariskan dari generasi sebelumnya. Setiap anak dari orang tua yang membawa mutasi pada salah satu gen ini memiliki peluang 50 persen untuk mewarisi mutasi tersebut. 

Pemeriksaan PRDA ini bermanfaat bagi pasien yang sehat dengan riwayat kanker payudara dan ovarium di keluarganya, untuk mengetahui apakah dirinya berpotensi mengalami mutasi gen BRCA 1 dan BRCA 2 atau tidak, sebagai upaya pencegahan. 

“Pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk pasien yang telah didiagnosis kanker payudara yaitu untuk menentukan jenis terapi dan untuk menilai perkembangan kanker ke depannya,” imbuh Trilis. 

Mekanisme pemeriksaannya menggunakan sampel darah yang diproses dengan alat next generation sequencing. Hasil akan keluar dalam waktu 10 hari. 

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro