Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi Ungkap Kebiasaan Konsumsi Makanan Berenergi Berkalori Tinggi

Para peneliti menemukan bahwa orang cenderung mengonsumsi makanan berenergi tinggi secara berlebihan.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  12:11 WIB
Studi Ungkap Kebiasaan Konsumsi Makanan Berenergi Berkalori Tinggi
Makanan rendah kalori - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Penelitian baru telah mengungkapkan bahwa manusia memoderasi ukuran makanan kaya energi yang mereka makan, karena mereka tidak peka terhadap kandungan energi dari makanan yang mereka konsumsi.

Dilansir dari Medical Xpress, para peneliti menemukan bahwa orang cenderung mengonsumsi makanan berenergi tinggi secara berlebihan.

Orang tidak tahu apakah mereka makan versi energi rendah atau tinggi, dan temuan menunjukkan mereka cenderung makan makanan dengan berat yang sama, menghasilkan asupan kalori yang lebih besar dengan versi energi tinggi.

Tim peneliti internasional, termasuk pakar diet dan metabolisme terkemuka dari National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat, menghitung kalori, gram, dan kepadatan energi (kalori per gram) untuk setiap makanan yang dikonsumsi setiap peserta penelitian.

Hasilnya menunjukkan bahwa asupan kalori makanan meningkat dengan kepadatan energi dalam makanan rendah energi seperti yang juga ditemukan pada pengamatan sebelumnya, dengan makanan yang dimanipulasi secara artifisial. Namun, dengan kepadatan energi yang lebih besar, orang mulai merespons peningkatan kalori dengan mengurangi ukuran makanan yang mereka konsumsi.

Ini menunjukkan kepekaan yang sebelumnya tidak diketahui terhadap kandungan energi dari makanan yang dimakan orang. Karena temuan ini didasarkan pada data dari percobaan kecil yang sangat terkontrol, para peneliti melanjutkan untuk melihat apakah pola ini tetap ada ketika peserta hidup bebas, memilih makanan mereka sendiri.

Peneliti kembali menemukan asupan kalori makanan meningkat dengan kepadatan energi dalam makanan yang rendah energi dan kemudian menurun pada makanan kaya energi. Yang penting, agar pola titik balik ini terjadi, peserta perlu mengonsumsi makanan yang lebih kecil, menurut beratnya, dari makanan yang lebih kaya energi.

Misalnya, orang makan porsi lebih kecil dari hidangan pasta keju krim, yang merupakan makanan kaya energi, daripada salad dengan banyak sayuran berbeda yang relatif rendah energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan kalori
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top