Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ada 16 Kasus Probable Hepatitis Akut di Indonesia, Ini Patogen Terbanyak Ditemukan

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan discarded artinya kasus yang disingkirkan karena penyebabnya sudah diketahui dan bukan dari kelompok hepatitis. Gejala terbanyak dialami pasien  adalah demam, mual, muntah, dan kuning.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 Juni 2022  |  09:54 WIB
Ada 16 Kasus Probable Hepatitis Akut di Indonesia, Ini Patogen Terbanyak Ditemukan
Indonesia Catat 16 Kasus Probable Hepatitis Akut, Ini Patogen Terbanyak Ditemukan - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan mencatat, hepatitis akut di Indonesia saat ini terdata sebanyak 16 kasus probable. Diketahui patogen paling banyak ditemukan adalah Cytomegalovirus (CMV).

Secara kumulatif, kasus hepatitis di Indonesia sampai saat ini ada 70 kasus yang tersebar di 21 provinsi. Dari 70 kasus itu ada 16 probable, 14 pending, dan 40 discarded.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan discarded artinya kasus yang disingkirkan karena penyebabnya sudah diketahui dan bukan dari kelompok hepatitis. Gejala terbanyak dialami pasien  adalah demam, mual, muntah, dan kuning.

''Dari pemeriksaan PCR dan metagenomik terhadap 16 probable telah diketahui patogen paling banyak ditemukan pada pasien portable adalah cytomegalovirus (CMV) yakni 4 dari 15 pasien yang diperiksa,'' katanya dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Kemudian 9 dari 16 pasien probable yang telah diperiksa PCR dan metagenomik terdeteksi virus dari famili herpesviridae yakni CMV, HSV1, HHV- 6A, HHV1, EBV.

Selanjutnya 1 pasien positif enterovirus dan 1 pasien positif adenovirus.

Sampai saat ini definisi hepatitis belum ada dibuatkan oleh WHO. Dr. Syahril melanjutkan masih menunggu definisi seperti halnya PCR positif untuk COVID-19, tapi untuk hepatitis ini masih belum ada yang disebut dengan konfirmasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes hepatitis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top