Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO: 60 Juta Orang di Dunia Idap Hepatitis B Kronis

Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional, WHO Wilayah Asia Tenggara, menyampaikan Hepatitis membunuh lebih banyak orang daripada HIV dan malaria.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 30 Juli 2022  |  14:56 WIB
WHO: 60 Juta Orang di Dunia Idap Hepatitis B Kronis
Ilustrasi penyakit hepatitis. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan diperkirakan 60 juta orang hidup dengan hepatitis B kronis dan sekitar 10,5 juta dengan hepatitis C kronis.

Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional, WHO Wilayah Asia Tenggara, menyampaikan Hepatitis membunuh lebih banyak orang daripada HIV dan malaria, dimana hampir satu orang setiap 30 detik, secara global meninggal dunia.

“Kami menyerukan kepada negara-negara untuk mengintegrasikan perawatan hepatitis yang berkualitas, dapat diakses, dan terjangkau ke dalam layanan primer layanan perawatan kesehatan, sejalan dengan Strategi baru di Wilayah untuk Perawatan Kesehatan Primer, serta yang baru Strategi Sektor Kesehatan Global WHO tentang HIV, hepatitis virus, dan infeksi menular seksual (IMS),” katanya dikutip dari keterangan tertulisnya.

Dia menambahkan, untuk mendekatkan perawatan hepatitis ke masyarakat, dan untuk menghilangkan hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat, beberapa prioritas harus ditangani. Komitmen politik untuk menghilangkan hepatitis harus diperkuat dan investasi ke dalam perawatan hepatitis berkualitas tinggi yang berpusat pada masyarakat harus ditingkatkan.

“Akses untuk semua vaksin dan obat-obatan yang aman dan efektif, dan diagnostik di tempat perawatan, harus ditingkatkan, dengan fokus pada peningkatan keterjangkauan,” katanya.

Strategi komunikasi dan pelibatan masyarakat harus diperkuat untuk mengurangi stigma dan untuk meningkatkan kesadaran dan pengujian, terutama di antara populasi yang berisiko lebih tinggi.

“Yang penting, kita harus mengeksplorasi model pemberian layanan yang dekat dengan tempat orang tinggal dan bekerja, dan yang selaras dengan kebutuhan, preferensi, dan perilaku pencarian kesehatan masyarakat. Kita harus pergeseran dari domain spesialis, dan menjadi komunitas,” tegas Direktur Regional.

Hepatitis virus dapat dicegah. Vaksinasi, terutama Hepatitis B dosis lahir diikuti dengan lainnya dosis dalam jadwal vaksinasi anak; injeksi yang aman; transfusi darah yang aman dan perawatan gigi yang aman prosedur adalah di antara langkah-langkah pencegahan utama. Sama pentingnya adalah deteksi tepat waktu untuk memastikan pengobatan, karena hanya 10% orang dengan hepatitis yang menyadari status mereka. 

Amitabh Bachchan, salah seorang penyintas hepatitis B, untuk orang yang hidup dengan hepatitis, setiap hari adalah hari hepatitis.

"Aku bisa merasakannya kepedihan seorang penderita, kepedihan orang-orang terdekat dan tersayang melihat saya menderita. Kita perlu bertanya. Apa yang akan terjadi? mengambil untuk mencegah lebih banyak orang dari kehilangan nyawa mereka, kesehatan mereka untuk hepatitis? Kita perlu membawa perawatan lebih dekat dengan masyarakat.” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hepatitis who malaria
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top