Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Cacar Monyet Meluas, Ini Jenis Vaksin yang Dipakai

JYNNEOS merupakan vaksin hidup non-replikasi yang dapat diberikan kepada orang dengan minimal usia 18 tahun yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit cacar
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  16:18 WIB
Kasus Cacar Monyet Meluas, Ini Jenis Vaksin yang Dipakai
Ikustrasi vaksin cacar monyet (monkeypox). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksinasi untuk pencegahan cacar monyet sudah diberlakukan di beberapa negara, terutama di Amerika Serikat yang mencatat banyaknya kasus tersebut.

Di Amerika Serikat, jenis vaksin cacar monyet yang dipakai dan berlisensi FDA adalah JYNNEOS.

JYNNEOS diberikan dua suntikan sebanyak 0.5 ml di bawah kulit dengan jarak suntikan 28 hari.

JYNNEOS merupakan vaksin hidup non-replikasi yang dapat diberikan kepada orang dengan minimal usia 18 tahun yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit cacar monyet. Umumnya, orang akan merasakan respon imun setelah 14 hari dosis kedua vaksin ini diberikan.

Sementara, efek samping dari vaksin ini adalah adanya rasa sakit pada bekas suntikan, bengkak dan juga timbulnya kemerahan. Selain itu, setelah diberikan vaksin ini, orang umumnya akan merasa kelelahan dan juga nyeri otot.

Namun, kabar baiknya, vaksin ini aman untuk penderita penyakit kulit eksfoliatif dan juga penderita HIV. Hasil pengujian pada hewan juga menunjukan, virus ini dapat diberikan kepada seseorang yang sedang hamil dan menyusui, karena tidak menunjukan adanya bukti kerusakan reproduksi.

Vaksin ini awalnya dikembangkan untuk dipergunakan Ketika adanya serangan bioteroris cacar pada Sebagian orang, seperti orang yang mengalami gangguan kekebalan. Dan merupakan alternatif dari vaksin ACAM2000 yang merupakan vaksin replikasi hidup yang juga mendapat lisensi dari FDA dan disetujui untuk mencegah penyakit cacar.

Selain vaksin itu, ACAM2000 juga dapat digunakan untuk penecagahan penyakit cacar monyet dibawah mekanisme Expanded Access Investigasional New Drug (IND) FDA, yang juga memerlukan persetujuan bersama dengan persyaratan IND tambahan.

Berbeda dengan vaksin JYNNEOS, vaksin ACAM2000 diberikan sebagai dosis tunggal dengan teknik tusukan jarum bercabang. Umumnya, penerima vaksin ini akan mendapat respon imun setelah empat minggu untuk perkembangan maksimal. Vaksin ACAM2000 diuji secara klinis kepada hewan dan juga manusia.

Sebagian orang dengan system kekebalan tubuh yang lemah tidak disarankan untuk menerima vaksin ini, juga tidak boleh diberikan kepada bayi dengan usia kurang dari 12 bulan, penderita HIV, wanita hamil, penderita penyakit jantung, penderita penyakit kulit yang bersifat eksfoliatif, dan juga penderita penyakit mata yang diobati dengan steroid topical.

Efek samping setelah menerima vaksin ACAM2000 seperti rasa sakit di bekas suntikan, bengkak, kemerahan, demam ruam, miokarditis dan pericarditis setelah tiga minggu proses penyuntikan. Efek serius pasca menerima vaksin ACAM2000 seperti pembengkakan otak atau sumsum tulang belakang serta infeksi mata yang tidak disengaja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cacar monyet Vaksin Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top