Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PB IDI Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Cacar Monyet

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, dr. Hanny Nilasari, SpKK juga menjelaskan, belum ada hasil dari laboratorium terkait pasien yang diduga suspek penyakit ini.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  18:49 WIB
PB IDI Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Cacar Monyet
Logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Penyakit yang disebabkan oleh virus, cacar monyet mulai banyak diwaspadai oleh beberapa negara setelah WHO mengumumkan penyakit ini terjadi di beebrapa negara non-endemic.

Menanggapi hal itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Kemenkes terus mensosialisasikan mengenai penyakit ini, termasuk perihal gejala dan pencegahan penularannya.

Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih sadar untuk mendatangi fasilitas Kesehatan terdekat apabila mendapai gejala-gejala penyakit cacar monyet ini. Tujuannya supaya Indonesia dapat menempati posisi angka kematian 0-16% untuk kasus penyakit cacar monyet ini.

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, dr. Hanny Nilasari, SpKK juga menjelaskan, belum ada hasil dari laboratorium terkait pasien yang diduga suspek penyakit ini.

“Belum bisa menjelaskan soal ini (pasien yang diduga suspek penyakit cacar monyet), karena belum ada hasil dari laboratorium terkait, namun sementara ini kita kuatkan pencegahannya,” papar Hanny pada konferensi pers yang dilakukan secara daring pada 5 Agustus 2022.

Lebih lanjut Hanny juga menjelaskan untuk mengingatkan masyarakat agar dapat menjaga kontak dengan orang yang diduga mengalami gejala penyakit cacar monyet. “Penularannya dari kontak kulit dengan kulit, melalui droplet juga bisa karena kontak dengan hewan yang memang bisa punya penyakit ini seperti primata,” ungkap Hanny.

Seperti penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya, penyakit ini juga akan menimbulkan lesi atau manifestasi yang lebih parah kepada orang yang memiliki sistem daya tahan tubuh lemah, dan sebaliknya. Hal ini juga berlaku untuk masa inkubasi virus, pada orang yang berdaya tahan tubuh lemah, masa inkubasi virus terjadi sekitar empat minggu, dan pada orang yang memiliki daya tahan tubuh lebih kuat akan lebih singkat.

Selain itu, orang dengan daya tahan tubuh lemah dapat terinfeksi kembali virus ini meskipun sudah pernah terinfeksi. Serta adanya kemungkinan komplikasi infeksi hingga menyebabkan kematian.

Saat ini pemeriksaan penyakit ini ada dua tahapan, tes orofaring dan lesi yang memiliki tingkat sensitivitas lebih tinggi. Kedua tes ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi dokter untuk menentukan apakah hanya suspek atau benar-benar terkonfirmasi positif menderita cacar monyet.

Hal yang paling penting dalam pencegahan penularan penyakit yang cara penyembuhannya oleh diri sendiri atau self limiting disease ini adalah tetap menjaga jarak, menggunakan pelindung, menjaga kebersihan tubuh dan sekitar, menjaga asupan makanan, memasak daging hingga matang, juga menghindari kontak dengan orang ataupun hewan yang mempunyai gejala penyakit ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cacar monyet ikatan dokter indonesia Gejala Penyakit virus
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top