Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019)./ANTARA-Anis Efizudin
Health

Tandai Siklus Pelana Kuda pada Penderita Demam Berdarah

Widya Islamiati
Rabu, 28 September 2022 - 13:49
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu penyakit 'langganan' saat musim penghujan selain diare adalah demam berdarah (DBD). Penyakit dengan gejala demam tinggi dan ruam di beberapa bagian tubuh ini disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti dan menjadi penyakit yang diwaspadai.

Penderita DBD umumnya alami tiga fase yang disebut dengan siklus pelana kuda yang terdiri dari fase demam tinggi, fase kritis, dan fase penyembuhan.

Dilansir dari laman Instagram resmi Kementerian Kesehatan RI, siklus pelana kuda akan terjadi mulai hari pertama terkena DBD. Gejala awalnya alami demam yang disertai dengan bintik merah atau ruam.

Pada fase pertama, fase demam tinggi, penderita DBD akan alami demam tinggi hingga suhu 40 derajat celcius. Ini terjadi dari hari pertama hingga hari ketiga, dan disertai dengan munculnya beberapa gejala lain. Selain itu, demam yang muncul juga langsung tinggi.

Selanjutnya, fase kritis. Pada fase ini penderita DBD akan alami penurunan suhu hingga 30 derajat celcius. Banyak orang yang mengira, penurunan suhu secara drastis ini berarti menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

Namun, justru pada fase ini, pasien penderita DBD harus mendapatkan perawatan medis khusus di rumah sakit. Selain itu, pada fase ini pasien penderita DBD juga memiliki kemungkinan alami dengue shock syndrome.

Terakhir, fase penyembuhan. Setelah diberi harapan palsu kesembuhan di fase kritis, demam lemak tinggi di fase penyembuhan ini. Tingginya suhu tubuh ini justru menjadi tanda pasien akan sembuh. Fase ini umumnya terjadi pada hari ke 6-7 dari awal munculnya gejala.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro