Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sudah Tahu Belum, Ini Cara Hitung Volume Urine Anak

Bunda, berikut cara menghitung volume urine pada anak, untuk memantau kondisi kesehatan ginjalnya
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 01 November 2022  |  14:34 WIB
Sudah Tahu Belum, Ini Cara Hitung Volume Urine Anak
Tes urine - genengnews.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril mengungkap, sebagian besar pasien gagal ginjal akut mengalami gejala anuria.

"Ada ya kita pada pasien ini ya yang terbanyak memang stadium 3 yaitu 61% Nah inilah yang stadium 3 yang saya sebutkan tadi terjadinya anuria," ungkap dr. Syahril dalam konferensi pers daring pada Kamis (27/10/2022).

Mengutip laman Clevelandclinic, anuria merupakan keadaan saat ginjal tidak memproduksi urine, sehingga tidak bisa buang air kecil sama sekali. Anuria ini merupakan bentuk oliguria yang paling parah. Ini merupakan istilah medis bagi produksi urine yang rendah.

Berbagai instansi terkait seperti Kemenkes, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)  juga sudah menjelaskan terkait gejala berkurangnya urine pada anak ini merupakan gejala awal penyakit gagal ginjal akut. 

Lalu bagaimana cara menghitung volume urine anak?

Berikut cara menghitung volume urine anak berdasarkan informasi dari laman Instagram resmi IDAI.

Cara menghitung volume urine anak berdasarkan usia dan berat badan per jam:

  1. Bayi baru lahir atau berusia kurang dari satu tahun = 1-3 ml/kg/jam. Contohnya bayi berusia 1 bulan dengan berat badan 3 kg, urine normalnya adalah sebanyak 3-9 ml per jam.
  2. Bayi berusia 1-12 bulan = 1 ml/kg/jam
  3. Anak usia 1-10 tahun = 1-2 ml/kg/jam
  4. Remaja usia 10-18 tahun = 0,5-1 ml/kg/jam

Cara menghitung volume urine anak berdasarkan usia dan berat badan per 24 jam:

Bayi baru lahir berusia kurang dari satu bulan:

1-2 hari = 16-60 ml/24 jam
4-12 hari = 100-300 ml/24 jam
15-60 hari = 250-450 ml/24 jam

Anak:

1 tahun = 500 ml/24jam
3 tahun = 600 ml/24jam
5 tahun = 700 ml/24jam
7-8 tahun = 1000 ml/24jam
15 tahun = 1500 ml/24jam

Bagaimana cara menghitung jumlah urine?

Anak yang bisa buang air sendiri:

Air seni anak ditampung dan diukur dengan menggunakan wadah ukur
Hitung air seni dengan rumus:

Jumlah air seni (ml) : berat badan anak = hasil

Hasil : durasi pengukuran air seni (jam)

Contoh:

A, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dengan berat badan 30 kg, dan jumlah air seni sebanyak 500 ml sejak 06.00 hingga 12.00.

Ukur:

500 ml : 30 kg = 16.6

16.6 : 6 jam = 2.7

Kesimpulannya air seni anak normal

Anak yang menggunakan popok, dengan catatan 1 gram = 1 ml:

(Berat popok kotor - berat popok bersih) gram : berat badan (kg) = hasil

Hasil : durasi pengukuran air seni (jam)

Contoh:

Bayi A laki-laki berusia 12 bulan dengan berat badan 10 kg, berat bersih popok 20 gram, berat kotor popok 80 gram, popok diganti setelah 3 jam

Ukur:

(80-20) gram : 10 kg = 6

6:3 jam = 2 ml/kgBB/jam

Kesimpulannya air seni bayi tersebut, normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

urine tes urine manfaat urine
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top