Dokter Spesialis paru Rumah Sakit Persahabatan dr. Erlina Burhan./Antara/HO-BNPB
Health

Kasus Covid-19 Naik, IDI Belum Rekomendasikan Lockdown

Widya Islamiati
Kamis, 3 November 2022 - 17:55
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menyikapi tren peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia. Data per Rabu (2/11/2022) kasus Covid-19 di Indonesia kini sudah mencapai 4.873 kasus.

Tercatat, dalam dua minggu terakhir lonjakan kasus dalam satu hari bisa mencapai dua kali lipat dari semula yang sudah mulai menurun. Angka kematian akibat Covid-19 juga demikian, mengalami peningkatan hingga dua kali lipat selama dua pekan terakhir.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 PB IDI, dr. Erlina Burhan menyebutkan, hal ini disinyalir karena melonggarnya protokol kesehatan di masyarakat.

Menurutnya, masyarakat sudah kembali hidup normal seperti sebelum pandemi Covid-19, dan mulai mengadakan berbagai kegiatan luring.

"Jadi mungkin karena belakangan kasus semakin menurun lalu lupa menerapkan protokol kesehatan dan karena," ungkap dr. Erlina dalam media briefing daring pada Kamis (3/11/2022).

Selain itu, dr. Erlina juga mengingatkan masyarakat untuk berhenti beraktivitas di luar ruangan jika mengalami gejala Covid-19 seperti demam dan pilek.

"Dihimbau kepada masyarakat yang bergejala Influenza atau demam agar tidak menghadiri acara-acara offline Beritahu kondisi Anda dan minta izin untuk tidak ikut acara offline cukup online saja, jangan maksain diri mau pergi," imbau dr. Erlina.

Meskipun demikian, saat ditanya mengenai rencana PB IDI untuk kembali menerapkan lockdown wilayah, dr. Erlina mengaku belum merencanakan hal tersebut. Menurutnya kebijakan tersebut akan memengaruhi banyak hal di luar sektor kesehatan.

"Tdak ada pembicaraan (lockdown) saat ini dari PB IDI  untuk lockdown karena ini banyak sekali dampaknya pertama dampak di luar kesehatan," tutur dr. Erlina.

Sebagai gantinya dr. Erlina menyebut, IDI mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penularan virus dan pencegahan mutasi baru.

"Jadi mencegah varian adalah jangan ada mutasi dan mencegah varian baru adalah dengan menurunkan penularan, penularan terus terjadi maka mutasi juga akan terjadi," papar dr. Erlina.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro