Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Skinny Fat Jadi Faktor Sindrom Metabolik pada Orang Asia

Salah satu penyebab sindrom metabolik pada orang Indonesia adalah skinny fat, apakah itu?
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 17 November 2022  |  21:39 WIB
Skinny Fat Jadi Faktor Sindrom Metabolik pada Orang Asia
Diabetes adalah penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan. - Klikdokter/Shuttlecock
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dibandingkan orang di luar Asia, orang Asia memiliki satu tambahan faktor pemicu sindrom metabolik selain hipertensi, gangguan kolesterol dan obesitas. 

Hal ini lantaran banyak orang Asia yang alami skinny fat dibandingkan dengan orang dari negara-negara di luar Asia.

"Biasanya paling banyak di orang Asia, jadi secara genetik orang Asia itu memang lebih gampang buncit perutnya," tutur dokter spesialis penyakit dalam dr. Rudy K saat ditemui di acara Media Workshop Hari Diabetes Sedunia oleh Nutrifood di kawasan Menteng, pada Kamis (17/11/2022).

Orang dengan Skinny Fat sendiri diartikan oleh dr. Rudy K sebagai orang yang terlihat kurus namun memiliki lemak yang tinggi terutama di area perut, sehingga lingkar perutnya termasuk besar.

"Kelihatannya kurus tapi diukur lingkar perutnya besar juga, nah itu salah satu faktor sindrom metabolik termasuk diabetes," tambah dr. Rudy.

Mengutip laman Healthline, skinny fat adalah istilah yang mengacu pada memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi dan jumlah otot yang rendah.

Dokter Rudy kemudian menuturkan, batas lingkar perut normal pria adalah dibawah 90 cm, sedangkan wanita dibawah 80 cm. 

"Kalau habis mandi coba ukur, kalau laki-laki batasnya kan 90 cm, kalau perempuan batasnya 80 cm," pungkas dr. Rudy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes melitus Penyakit Diabetes diabetes
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top