Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Waspada! Asap Rokok Picu Stunting Hingga Penyakit Jantung Anak

Stunting dan sakit jantung pada anak bisa dipicu oleh asap rokok yang dihisapnya. Begini penjelasannya.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 19 Januari 2023  |  16:31 WIB
Waspada! Asap Rokok Picu Stunting Hingga Penyakit Jantung Anak
Ilustrasi asap rokok. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Inodonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto menjelaskan bahwa paparan asap rokok dapat memicu stunting  anak bahkan jika sang anak masih dalam kandungan. 

“Jadi, ini bukan hanya mengganggu bagi orang yang aktif merokok. Tapi, ibu hamil yang yang terkena paparan asap rokok tiap harinya bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat,” jelasnya. 

Menurut Agus, paparan asap rokok yang berasal dari suami atau lingkungan sekitar ini menyebabkan ibu menjadi seorang perokok pasif. Perokok pasif berbahaya untuk janin karena bisa memicu bayi lahir kecil. Bayi yang lahir kecil berisiko besar mengalami stunting. 

“Ibu yang terpapar atau mengonsumsi rokok membuat pembuluh darahnya mengalami penyempitan, salah satunya di area plasenta. Apabila kandungan plasenta lebih rendah, bayi akan kekurangan nutrisi dari oksigen. Jadi, paparan asap rokok ini bisa memengaruhi distribusi nutrisi dan oksigen pada bayi yang dikandung. Alhasil, pertumbuhan janin terhambat, lebih ringan dan  pendek,” jelasnya pada Bisnis, Kamis (19/1/2023). 

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan, hipotermia, infeksi, masalah pada saluran cerna, gangguan otak, dan kekurangan gula darah.

Sayangnya, meski sudah terpapar sejak dalam janin. Namun, kondisi stunting baru akan terlihat setelah bayi berusia dua tahun. 

Stunting sendiri adalah kegagalan untuk mencapai potensi pertumbuhan linier (tinggi badan), karena kurangnya asupan gizi, infeksi, ataupun stimulasi yang tidak memadai. 

Bahkan, berdasarkan Healthline, anak dikatakan mengalami stunting jika tinggi badannya kurang dari standar pertumbuhan tubuh anak seusianya. Selain mengganggu pertumbuhan terutama tinggi anak, stunting juga bisa mengganggu perkembangan kognitif anak, kemampuan belajar, kemampuan bersosialisasi bahkan meningkatkan beragam risiko penyakit kronis seiring bertambahnya usia anak.

Anak Mengalami Penyakit Jantung Bawaan

Tidak hanya itu saja, Agus pun membeberkan bahwa dengan tiap harinya terkena paparan asap rokok, maka risiko untuk melahirkan anak dengan penyakit penyakit tidak menular, seperti jantung bawaan akan berpeluang lebih besar.  

"Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan bawaan atau cacat lahir yang paling banyak ditemukan pada anak mencakup sepertiga dari keseluruhan kelainan bawaan," terangnya. 

Penyakit jantung bawaan (PJB) terjadi akibat gangguan pada proses pembentukan dan perkembangan jantung janin. Kelainan jantung ini juga sering dikenal dengan sebutan jantung bocor.

Pada penderita PJB, siklus dan aliran darah pada jantung terganggu yang dapat terjadi akibat gangguan di katup, ruang jantung, dinding penyekat di antara ruang jantung (septum), atau pembuluh darah dari dan menuju jantung.

“Bagi para perokok berhati-hatilah saat merokok di dekat ibu hamil. Bagi para suami jika belum dapat menghentikan kebiasaan merokok maka merokoklah di luar rumah serta jauh dari ibu hamil, lalu setelah selesai segera mandi dan mengganti pakaian. Bagi ibu hamil sendiri, jangan pernah merokok serta jauhilah orang yang sedang merokok,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kawasan Tanpa Asap Rokok perokok merokok stunting jantung
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top