Ilustrasi kesehatan mental terganggu saat pandemi Covid-19/Freepik.com
Health

Ini 10 Pemicu Mood Swing pada Gangguan Bipolar

Salma Permata Dewi 
Selasa, 14 Maret 2023 - 19:56
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gangguan bipolar ditandai dengan adanya perubahan suasana hati dan energi yang tidak biasa. Ini disebut “mood episode” dan berlangsung setidaknya seminggu dalam kasus mania (merasa sangat ‘naik’), dua minggu dalam kasus depresi (merasa sangat ‘turun’).

Dilansir dari Everyday Health, Selasa (14/3/2023), gejala-gejala mania dan hipomania adalah sebagai berikut:

- Merasa luar biasa ceria, gembira, atau mudah tersinggung

- Suasana hati dan energi yang meningkat

- Kebutuhan tidur menurun

- Pikiran bercabang

- Sulit berkonsentrasi

Seseorang dengan gangguan bipolar yang sedang mengalami kasus mania dapat menyebabkan masalah yang signifikan, seperti menghabiskan uang secara kompulsif dan tidak bisa pergi bekerja atau sekolah.

Sementara itu, gejala-gejala depresi adalah sebagai berikut:

  • Kesedihan, kekosongan, keputusasaan
  • Kehilangan minat pada sebagian besar atau semua aktivitas
  • Masalah tidur hingga kelelahan
  • Kegelisahan dan perilaku melambat

Beberapa penderita gangguan bipolar yang sedang ada di episode depresi dan mania juga disertai dengan halusinasi atau delusi.

Dilansir dari Everyday Today, menurut Jeffrey Bennett, profesor psikiatri klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Illinois, “Dan sayangnya, bunuh diri adalah hal biasa [saat halusinasi dan delusi].”

Ini penyebab atau pemicu yang paling umum terjadinya mood episode pada gangguan bipolar:

1. Stres

Stres merupakan salah satu pemicu bipolar yang paling umum. Penyebab stres sangat individual, seperti peristiwa hidup dan pola gaya hidup tertentu dapat menjadi pemicu. 

2. Perubahan pola tidur atau kurang tidur

Orang-orang yang kurang tidur berisiko mengalami mood episode yang berulang. Interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT) merupakan salah satu cara pencegahan yang paling efektif untuk penderita bipolar. Perawatan ini membantu Anda dalam mengelola jadwal tidur, diet, dan kebiasaan olahraga teratur.

3. Berargumen dengan pasangan, teman kerja, atau teman

Hubungan yang rusak dan pertengkaran yang sering bisa menjadi akibat dari gangguan bipolar. Konflik hubungan dengan siapa pun dapat memicu stres dan menjadi faktor penyebab mood episode pada gangguan bipolar.

4. Putus hubungan 

Beberapa orang dengan gangguan bipolar, terutama yang memiliki riwayat mood episode yang parah, mengalami kehancuran dalam hubungan percintaan dan pernikahan mereka. Meminta pertolongan terapis dapat membantu mengurangi mood episode terjadi.

5. Penyalahgunaan alkohol dan narkoba

Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan tidak menyebabkan gangguan bipolar, tetapi dapat menyebabkan mood episode terjadi secara tiba-tiba. Tidak hanya itu, hal tersebut dapat memperburuk gejala-gejala depresi.

6. Antidepresan, kortikosteroid, dan obat lain

Antidepresan dapat memicu episode mania. Mood dan perilaku menjadi tidak stabil. Dilansir dari Everyday Health, menurut Keming Gao, depresi bipolar tingkat 1, antidepresan harus digunakan hanya dengan penstabil suasana hati.

Jika gejala sudah membaik, pasien dan dokter harus mempertimbangkan untuk menghentikan konsumsi antidepresan. Obat lain yang dapat memicu episode mania adalah kortikosteroid, obat tiroid, dan obat penekan nafsu makan.

7. Musim baru dan ‘clock genes’ abnormal

Melansir dari Everyday Health, sekitar 20% penderita gangguan bipolar mengalami fluktuasi mood saat cuaca atau musim berubah. Mereka cenderung mengalami depresi selama awal musim dingin dan mania atau hipomania selama musim semi atau musim panas. Para ahli mengaitkannya dengan sinar matahari yang didapatkan tiap harinya.

Respon ini dikendalikan oleh sekumpulan gen kompleks yang biasa disebut dengan ‘clock genes’. Jika beberapa gen ini tidak normal, Anda berisiko mengalami gangguan bipolar musiman.

8. Kehamilan seiring dengan perubahan pola tidur dan pergeseran hormon

Menurut para peneliti, mengubah pola tidur, mengubah resep obat, dan mengubah hormon setelah melahirkan dapat digabungkan menjadi faktor risiko suasana hati pasca persalinan.

9. Masalah finansial dan emosional yang disebabkan kehilangan pekerjaan

Salah satu penyebab stres yang tak terduga adalah kehilangan pekerjaan. Kehilangan pekerjaan dapat mengubah emosi secara dramatis dan dapat memicu mood episode dalam bipolar.

10. Berkabung 

Berkabung karena kematian seseorang yang dicintai atau berharga dalam kehidupan dapat memicu episode dalam bipolar.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro