Autoimun
Health

Ini Jenis-jenis Autoimun dan Gejalanya

Salma Permata Dewi
Kamis, 20 Juli 2023 - 13:17
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap orang memiliki sistem kekebalan yang melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi. Kekebalan tubuh tiap orang berbeda-beda kondisinya.

Dilansir dari Healthline, patogen atau kuman yang masuk akan dirasakan oleh tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan menciptakan sel khusus untuk menargetkan sel asing. Biasanya, sistem kekebalan dapat membedakan antara sel asing dan sel tubuh Anda.

Namun, ada kondisi sistem kekebalan tubuh tidak bisa membedakan kedua sel tersebut. Ini merupakan kondisi gangguan atau penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh seseorang dengan penyakit autoimun akan salah mengira bagian tubuh, seperti persendian atau kulit, sebagai benda asing. Tubuh akan melepaskan protein yang disebut autoantibodi yang menyerang sel sehat.

Beberapa penyakit autoimun hanya menargetkan satu organ, contohnya diabetes tipe 1 merusak pankreas. Namun, ada penyakit autoimun yang menyerang beberapa atau semua bagian tubuh, seperti lupus yang dapat memengaruhi seluruh tubuh.

Tidak ada alasan pasti mengenai penyebab penyakit autoimun. Siapapun bisa terkena penyakit ini. Namun, beberapa orang ada yang lebih berisiko terkena penyakit ini.

Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi risiko terkena penyakit autoimun.

1. Jenis kelamin

Wanita di antara usia 15 hingga 44 tahun lebih berisiko terkena penyakit autoimun.

2. Riwayat keluarga

Jika ada keluarga memiliki penyakit autoimun, Anda mungkin lebih berisiko terkena penyakit autoimun.

3. Faktor lingkungan

Paparan sinar matahari, merkuri, bahan kimia, asap rokok, atau infeksi bakteri dan virus tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun.

4. Etnisitas

Beberapa penyakit autoimun lebih sering terjadi pada orang-orang dalam kelompok tertentu.

5. Kondisi kesehatan

Kondisi kesehatan tertentu, termasuk obesitas dan penyakit autoimun lainnya, dapat memengaruhi risiko terkena penyakit autoimun.

Dilansir dari Medline Plus, gangguan autoimun dapat menyebabkan penghancuran jaringan tubuh, pertumbuhan organ yang tidak normal, atau perubahan fungsi organ. Seseorang bisa memiliki beberapa jenis penyakit autoimun.

Berikut adalah jenis-jenis penyakit autoimun yang dilansir dari WebMD.

1. Artritis reumatoid

Pada penyakit ini, sistem kekebalan menyerang persendian, menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri.

2. Lupus eritematosus sistemik atau lupus Orang dengan

lupus mengembangkan antibodi autoimun yang dapat menempel pada jaringan di seluruh tubuh. Sendi, paru-paru, sel darah, saraf, dan ginjal biasanya terkena lupus.

3. Penyakit radang usus (IBD)

Sistem kekebalan menyerang lapisan usus, menyebabkan diare, pendarahan dubur, buang air besar mendesak, sakit perut, demam, dan penurunan berat badan. Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn adalah dua bentuk utama IBD.

4. Sklerosis ganda (MS)

Sistem kekebalan menyerang sel-sel saraf, menyebabkan gejala yang dapat berupa nyeri, kebutaan, kelemahan, koordinasi yang buruk, dan kejang otot.

5. Diabetes melitus tipe 1

Antibodi sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas.

6. Sindrom Guillain-Barre

Sistem kekebalan menyerang saraf yang mengendalikan otot di kaki dan terkadang lengan dan tubuh bagian atas.

7. Polineuropati demielinisasi inflamasi kronis

Ini mirip dengan Guillain-Barre, tetapi gejalanya bertahan lebih lama. Sekitar 30% pasien dapat menggunakan kursi roda jika tidak didiagnosis dan ditangani sejak dini.

8. Psoriasis

Pada psoriasis, sel darah sistem kekebalan yang disebut sel-T berkumpul di kulit. Ini menghasilkan plak keperakan dan bersisik pada kulit. Mirip seperti ketombe, tetapi lebih banyak dan menempel.

9. Penyakit Graves

Sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk melepaskan hormon tiroid dalam jumlah berlebih ke dalam darah. Gejala penyakit Graves dapat berupa mata menonjol serta penurunan berat badan, gugup, lekas marah, detak jantung cepat, lemah, dan rambut rapuh.

10. Tiroiditis Hashimoto

Ini menyerang kelenjar tiroid yang secara perlahan menghancurkan sel-sel yang memproduksi hormon tiroid. Gejalanya meliputi kelelahan, sembelit, penambahan berat badan, depresi, kulit kering, dan kepekaan terhadap dingin.

11. Miastenia gravis

Ini menyebabkan tubuh tidak dapat merangsang otot dengan baik.

12. Skleroderma

Penyakit autoimun iji juga dikenal sebagai sklerosis sistemik. Ini menyebabkan peradangan pada kulit dan tempat lain di tubuh. Peradangan ini menyebabkan tubuh membuat terlalu banyak kolagen yang menyebabkan pengerasan kulit yang terlihat dan kerusakan pada pembuluh darah dan organ dalam lainnya, seperti jantung, paru-paru, dan ginjal.

13. Vaskulitis

Sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak pembuluh darah pada penyakit autoimun ini. Vaskulitis dapat menyerang organ mana pun sehingga gejalanya sangat bervariasi dan dapat terjadi hampir di semua bagian tubuh.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro