Gurun Atacama/livescience
Travel

Gurun Atacama, Titik Paling Terang di Bumi dengan Radiasi Setara Planet Venus

Mia Chitra Dinisari
Senin, 24 Juli 2023 - 17:35
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tempat tercerah atau paling terang di Bumi adalah Altiplano Gurun Atacama, dataran gersang di dekat pegunungan Andes di Chili.

Menurut penelitian, gurun ini menerima sinar matahari sebanyak yang diterima planet Venus.

Venus terletak kira-kira 28% lebih dekat ke matahari daripada Bumi.

Meskipun biasanya dingin dan kering, petak yang cerah ini, yang berada di ketinggian sekitar 13.120 kaki (4.000 meter), mendapatkan lebih banyak sinar matahari. Bahkan, daripada tempat-tempat yang lebih dekat ke ekuator atau di ketinggian yang lebih tinggi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan 3 Juli di jurnal Bulletin of American Meteorological Society.

Gurun Atacama istimewa karena berbagai alasan. Pertama, merupakan gurun tertua di Bumi, paling kering di luar kutub dan mungkin tempat paling jernih untuk melihat langit malam.

Altiplano Chili juga menonjol karena radiasi matahari, atau keluaran energi cahaya yang dipancarkan dari matahari ke Bumi.

Para ilmuwan mengukur rekor dunia di dataran tinggi dengan 2.177 watt per meter persegi. Sebagai perbandingan, radiasi di bagian atas atmosfer Bumi kira-kira 1.360 watt per meter persegi, menurut penelitian tersebut.

"Ini sebenarnya radiasi yang akan Anda terima di musim panas jika Anda berdiri di Venus," kata Raul Cordero, penulis studi utama dan ahli klimatologi di Universitas Groningen di Belanda, dilansir dari Livescience.

Radiasi matahari rata-rata di dataran tinggi adalah sekitar 308 watt per meter persegi. Angka lain yang memecahkan rekor dunia yang dua kali lebih tinggi dari yang tercatat di Eropa Tengah dan Pantai Timur AS, menurut penelitian tersebut.

"Ketika radiasi matahari ditransmisikan melalui atmosfer, itu diserap oleh uap air dan tersebar oleh awan dan aerosol," kata Seiji Kato, seorang ilmuwan atmosfer di NASA yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Alasan lain Chili begitu cerah adalah karena letak geografisnya di Belahan Bumi Selatan.

Hal ini terutama berlaku di musim panas ketika orbit Bumi lebih dekat ke matahari.

Lokasinya mencapai titik yang dikenal sebagai perihelion pada awal Januari, yang menghasilkan lonjakan radiasi matahari yang 7% lebih tinggi di Belahan Bumi Selatan dibandingkan Belahan Bumi Utara.

Meskipun memiliki banyak sinar matahari mungkin memiliki kelebihan, jumlah paparan ini dapat merugikan.

"Jika Anda terpapar bahaya radiasi yang begitu tinggi, Anda harus melindungi kulit Anda. Di lokasi khusus ini, mereka sadar bahwa radiasinya tinggi," paparnya.

Sementara data satelit telah menunjukkan bahwa wilayah ini mendapat sinar matahari paling banyak di dunia, studi baru membantu menegaskan kembali dan menjelaskan lebih lanjut mengapa ia menerima radiasi tingkat tinggi.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro