Sel kanker/Istimewa
Health

Mengenal 3 Pengobatan Terbaru Kanker Darah, Bisa Beri Harapan Hidup Lebih Tinggi

Mutiara Nabila
Rabu, 4 Oktober 2023 - 18:50
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengobatan penyakit saat ini kian berkembang, seiring dengan makin berkembangnya teknologi dan metode baru dalam proses penyembuhan berbagai penyakit, termasuk pengobatan kanker darah.

Secara umum, kanker daerah di dalam dunia medis terbagi dalam tiga jenis yakni limfoma, myeloma, dan leukimia.

Penyebab kanker darah sendiri adalah karena adanya disfungsi di dalam pertumbuhan dan perilaku sel, sehingga menyebabkan tubuh kelebihan sel darah putih yang diproduksi sumsum tulang yang kemudian mengarah ke kanker.

Selama bertahun-tahun, diagnosis kanker darah terus mengalami inovasi sehingga dalam sejumlah kasus, pemeriksaan sumsum tulang belakang mungkin tidak diperlukan untuk mengobati kanker darah. 

Padahal, 30 tahun lalu, pemeriksaan sumsum tulang belakang perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi leukemia.

Namun, di tengah kemajuan teknologi medis saat ini, telah muncul berbagai jenis pengobatan dan teknologi terbaru bagi pasien kanker darah sehingga dapat meningkatkan angka kesembuhan dan harapan hidup pasien.

Salah satu klinik pengobatan kanker yang memperkenalkan pengobatan terbaru untuk kanker darah dan berbagai penyakit kanker lainnya adalah Parkway Cancer Center (PCC). 

Adapun, dua inovasi pengobatan terbaru tersebut berikut ini: 

1. Antibodi Monoklonal

Dr. Teo Cheng Peng, ahli hematologi dan onkologi, Konsultan Senior di Parkway Cancer Centre mengatakan, pasien bisa menjalani pengobatan baru seperti antibodi monoklonal yang menawarkan hasil lebih baik daripada pengobatan dengan kemoterapi. 

"Antibodi monoklonal adalah sel-sel imun yang dibuat di laboratorium yang mencari dan melekat pada sebuah protein, biasanya di permukaan sel kanker darah. Antibodi ini kemudian akan membunuh sel kanker dengan atau tanpa bantuan dari sel-sel imun pasien sendiri," jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (4/10/2023).

Selain itu, Teo juga menyebutkan beberapa jenis kanker, seperti mieloid kronis atau chronic myeloid leukaemia (CML) yang dapat didiagnosis hanya dengan sampel darah. 

CML ditandai dengan kelainan kromosom yang dapat dideteksi dengan analisis sitogenetik, yaitu analisis kromosom pada darah, ketika jumlah sel darah putih total sangat tinggi.

“Jika analisis sitogenetika memperlihatkan ketidaknormalan tersebut, kemungkinan tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang,” terangnya.

Penemuan penanda molekuler untuk kanker, ketersediaan analisis sitogenetika dan pemeriksaan baru lainnya, serta kelas obat yang dikenal sebagai penghambat tirosin kinase, membuat beberapa penderita CML dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan. 

2. Immunoterapi

Dr. Colin Phipps Diong, Konsultan Senior, ahli hematologi dan onkologi di Parkway Cancer Centre, memperkenalkan modalitas imunoterapetik yang terbaru, seperti pengikat Sel T bispesifik dan penghambat checkpoint.

Menurutnya, sebagian besar pengobatan imunoterapi cukup aman, dapat ditoleransi, dan dapat digunakan pada pasien-pasien usia lanjut dimana umumnya kemoterapi akan dihindari. 

Namun, dia mengingatkan bahwa pengobatan terbaru pun belum tentu berarti lebih baik. Seringkali respons yang sangat baik berasal dari gabungan antara imunoterapi dengan kemoterapi.

"Ini adalah bidang yang terus berkembang. Namun, dengan banyak zat baru yang sedang diuji secara klinis, angka kesembuhan telah mengalami peningkatan dan terus membaik," tambahnya. 

3. Terapi CAR-T 

Selain menggunakan antibodi monoklonal, bentuk baru pengobatan kanker darah adalah terapi sel chimeric antigen receptor (CAR) T. 

Pengobatan dengan terapi CAR T menjadi harapan baru bagi para pasien kanker darah karena memiliki tingkat kesuksesan yang cukup menjanjikan, meski bukan suatu terapi yang penuh keajaiban. 

Pendapat tersebut diutarakan Dr Lucas Chan, Chief Scientific Officer di Stem Med, yang turut serta dalam pengobatan orang pertama di dunia yang diberikan terapi sel CAR-T.

Menurut Lucas, terapi Sel CAR-T telah menunjukkan efektivitasnya pada beberapa jenis kanker darah tertentu, seperti leukemia limfoblastik akut sel B, limfoma sel B derajat tinggi, dan mieloma ganda. 

Meski demikian, masih ada efek samping yang serius dari penggunaan terapi tersebut. Salah satunya adalah sindrom pelepasan sitokin, yang disebabkan pelepasan sitokin (zat kekebalan tubuh) dalam jumlah besar dan cepat ke dalam darah dari sel-sel imun yang terkena imunoterapi. 

"Efek samping lainnya adalah neurotoksisitas, dan para ilmuwan masih terus memahami mekanismenya. Ini adalah bidang yang berkembang dengan cepat dan ada banyak hal yang belum diketahui oleh para ilmuwan dan dokter," jelas Dr Chan.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro