Ilustrasi seseorang mengidap Penyakit ISPA - Freepik
Health

Penyakit ISPA: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegahnya

Hana Fathina, Muhammad Rizky Nurawan
Senin, 16 Oktober 2023 - 17:08
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut adalah kondisi yang mempengaruhi bagian atas saluran pernapasan seperti hidung, sinus, faring, dan laring. Penyakit ISPA dapat menimbulkan gejala yang wajib diwaspadai.

Mulai dari batuk, pilek, dan demam. Selain itu, gangguan pernapasan ini juga sangat mudah menular dan siapapun dapat mengalaminya. Khususnya anak-anak dan mereka yang berusia lanjut (lansia). Infeksi saluran pernapasan akut adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan. Baik saluran pernapasan atas maupun bawah. 

Berikut ini adalah beberapa hal mengenai penyakit ISPA yang sudah dilansir dari berbagai sumber: 

Penyebab ISPA yang dilansir dari halodoc.com

  • Rhinovirus yang dapat menyebabkan pilek.
  • Adenovirus, yang dapat menyebabkan pilek, bronkitis, dan pneumonia.
  • Virus influenza yang dapat menyebabkan flu. 
  • Parainfluenza virus yang dapat menyebabkan croup (infeksi saluran pernapasan pada anak-anak). 
  • Virus Corona penyebab infeksi COVID-19. 
  • Polusi udara yang menyebabkan sesak nafas dan batuk 

Faktor risiko ISPA 

  • Bayi dari usia 6 bulan atau anak di bawah 1 tahun.
  • Anak-anak yang lahir prematur atau yang memiliki riwayat jantung bawaan atau penyakit paru-paru.
  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Bayi yang berada di tempat ramai.
  • Orang dewasa yang mengidap penyakit paru obstruktif kronik, gagal jantung progresif, atau asma.
    Perokok aktif karena merokok berisiko membuat seseorang mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan. Kondisi ini akan meningkatkan
  • risiko perokok terkena ISPA. 
  • Orang dengan sistem imun lemah, seperti orang dengan transplantasi organ, leukemia, atau HIV/AIDS.

Gejala ISPA

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan, berikut ini beberapa gejala ISPA yang wajib diketahui:

  1. Batuk: Batuk, yang bisa berupa batuk kering atau berdahak, merupakan salah satu gejala yang umum terkait dengan ISPA. Ini dapat menjadi menyita perhatian dan mengurangi tingkat energi seseorang.
  2. Hidung Tersumbat: Terjadinya pembengkakan atau penumpukan lendir di saluran hidung, yang dikenal sebagai hidung tersumbat, sering terjadi pada penderita ISPA, membuat proses pernapasan melalui hidung menjadi sulit.
  3. Sakit Tenggorokan: Sensasi nyeri atau peradangan di tenggorokan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, terutama saat menelan makanan atau minuman, dan seringkali merupakan gejala khas dari ISPA.
  4. Demam: Meningkatnya suhu tubuh di atas batas normal adalah respons umum tubuh terhadap infeksi dan dapat menjadi indikasi bahwa seseorang menderita ISPA.
  5. Sesak Nafas atau Kesulitan Bernapas: Gejala serius seperti sesak nafas atau kesulitan bernapas menunjukkan kemungkinan infeksi yang telah menyebar ke paru-paru, memerlukan perhatian medis segera.
  6. Sakit Kepala: Sakit kepala sering kali menyertai gejala ISPA, mungkin karena demam atau tegangnya otot-otot tubuh dalam menanggapi infeksi.
  7. Nyeri Otot dan Sendi: Rasa nyeri pada otot dan sendi bisa menjadi gejala yang umum terkait dengan ISPA, menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh.
  8. Lemas atau Lelah: Kondisi ISPA dapat menyebabkan rasa lemas atau kelelahan yang signifikan karena tubuh berjuang melawan infeksi, menghabiskan banyak energi.
  9. Suara Serak atau Hilangnya Suara: Perubahan signifikan dalam suara, seperti menjadi serak atau hilang sama sekali, dapat menandakan dampak ISPA pada saluran pernapasan atas.
  10. Pilek atau Nyeri Sinus: Gejala seperti pilek atau sinus yang meradang sering terkait dengan ISPA, terutama jika infeksi menyerang area sinus.
  11. Mual, Muntah, atau Diare: Beberapa individu dengan ISPA mungkin mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare, yang bisa dipicu oleh peradangan yang terjadi akibat infeksi.
  12. Nafsu Makan Menurun: Penurunan nafsu makan adalah hal yang umum terjadi saat mengalami infeksi, karena tubuh fokus pada upaya melawan infeksi. Hal ini dapat memengaruhi asupan nutrisi dan energi yang dibutuhkan tubuh dalam proses penyembuhan.

Cara penanganan ISPA yang dilansir dari siloamhospitals.com

  • Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri pada tubuh
  • Mengonsumsi obat batuk
  • Mengonsumsi obat untuk peradangan atau pembengkakan saluran pernapasan
  • Istirahat dengan cukup serta memperbanyak minum air putih
  • Minum lemon hangat atau madu untuk meredakan batuk
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk melancarkan pernapasan

Cara mencegah ISPA 

  • Sering mencuci tangan dengan bersih, terlebih setelah beraktivitas di tempat umum
  • Menghindari kebiasaan merokok
  • Meminimalisir sentuhan tangan pada wajah, terutama bagian mulut dan hidung
  • Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat
  • Mengonsumsi vitamin untuk menambah kekebalan tubuh
  • Olahraga secara teratur, minimal 150 menit per minggu (untuk olahraga ringan)
  • Menggunakan masker Ketika berkegiatan di luar rumah

Diagnosis ISPA 

Diagnosis ISPA dapat dilakukan melalui pemeriksaan dokter. Seperti pemeriksaan pada umumnya, diagnosis akan dimulai dengan anamnesis berupa pertanyaan seputar riwayat kesehatan serta gejala yang dialami pasien.

Kemudian, dokter akan melanjutkan pada pemeriksaan fisik, meliputi telinga, hidung dan tenggorokan untuk mengetahui adanya infeksi. Selain itu, dokter juga melakukan pemeriksaan dengan stetoskop untuk mengecek apakah ada penumpukan cairan atau peradangan pada organ paru-paru. 

Obat untuk menangani ISPA yang dilansir dari alodokter.com

  • Ibuprofen atau paracetamol, untuk meredakan demam dan nyeri otot
  • Diphenhydramine dan pseudoephedrine, untuk mengatasi pilek dan hidung tersumbat
  • Guaifinesin, untuk meredakan batuk
  • Antibiotik, untuk mengatasi ISPA yang disebabkan oleh bakteri

Itulah beberapa hal mengenai penyakit ISPA yang perlu kamu waspadai. Segera konsultasikan dengan dokter jika gejala memburuk, dan hindari kontak dekat dengan penderita untuk mencegah penyebaran infeksi. Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat meningkatkan kesadaran akan kondisi ini dan melindungi kesehatan diri sendiri serta masyarakat sekitar.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro