Nasi putih2/boldsky.com
Health

Mana yang Lebih Baik, Nasi Dingin atau Nasi Hangat?

Redaksi
Kamis, 30 November 2023 - 10:55
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG – Mungkin Anda pernah bertanya apakah nasi hangat lebih baik dari nasi dingin atau sebaliknya? Secara umum, tidak ada yang lebih sehat antara keduanya. Namun, dari segi nutrisi, mengonsumsi nasi dingin mungkin lebih baik untuk penderita diabetes.

Nasi hangat biasanya memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada nasi dingin, dan indeks glikemik yang lebih tinggi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dengan cepat.

Dengan begitu, orang yang menderita diabetes atau berisiko terkena diabetes sebaiknya menghindari konsumsi nasi hangat karena dapat meningkatkan kadar glukosa darah.

Selain itu, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nutrition and Diabetes, mengonsumsi nasi yang dipanaskan kembali dan bukan nasi yang baru dimasak dapat memperlambat lonjakan gula darah bagi penderita diabetes.

Para peneliti dari Poznan University of Medical Sciences ini meneliti 32 pasien yang mengidap diabetes tipe 1 dengan membandingkan kadar gula darah mereka setelah mengonsumsi dua makanan uji yang berbeda.

Satu makanan adalah nasi putih berbiji panjang, sekitar 46 gram karbohidrat, yang disiapkan dan disajikan segera. Makanan kedua adalah porsi nasi yang sama, tetapi didinginkan dalam lemari es selama 24 jam, kemudian dipanaskan dan disajikan.

Mereka menemukan bahwa ketika partisipan mengonsumsi nasi yang telah didinginkan, kadar gula darah mereka secara signifikan lebih stabil, dengan peningkatan yang lebih sedikit secara keseluruhan, dan waktu yang lebih singkat untuk mencapai puncaknya dibandingkan ketika mereka mengonsumsi nasi yang baru dimasak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbohidrat yang didinginkan seperti nasi dapat membantu mengontrol gula darah. Menurut para peneliti, hal ini dikarenakan jenis karbohidrat tertentu yang disebut pati resisten. Porsi nasi yang didinginkan dalam penelitian ini mengandung pati resisten yang jauh lebih banyak daripada nasi yang baru dimasak.

Bukti menunjukkan bahwa pati resisten dicerna lebih lambat. Akibatnya, pati resisten dapat membantu menyeimbangkan penyerapan karbohidrat lain untuk menyeimbangkan gula darah, mirip dengan serat.

Meskipun penelitian ini kecil dan berfokus pada populasi tertentu, terdapat penelitian sebelumnya yang mendukung gagasan bahwa mendinginkan makanan kaya karbohidrat dapat mengubah cara penyerapannya.

Sebuah penelitian serupa pada tahun 2015, yang dilakukan pada orang tanpa diabetes, menemukan hasil yang sebanding, dengan nasi yang didinginkan menyebabkan lebih sedikit lonjakan gula darah.

Para ahli mengatakan bahwa mendapatkan lebih banyak pati resisten dari karbohidrat yang didinginkan juga memiliki manfaat lain, seperti mengatur nafsu makan agar tetap kenyang setelah makan, mencegah penurunan energi, atau bahkan membantu penurunan berat badan.

Namun pada akhirnya, memilih antara nasi hangat atau nasi dingin tergantung pada selera dan preferensi masing-masing. Baik nasi hangat atau dingin, pastikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup dan kombinasikan dengan makanan pendamping yang mengandung nutrisi yang cukup untuk tubuh. (Kresensia Kinanti)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro