Terlama lama duduk di kantor, bisa menyebabkan penyakit jantung dan kanker/Ilustrasi/Indiatimes
Health

Pekerja Kantoran Duduk Terlalu Lama, Berisiko Sakit Jantung dan Kanker

Novita Sari Simamora
Sabtu, 20 Januari 2024 - 16:48
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti melaporkan bahwa orang-orang yang sering duduk terlalu lama di tempat kerja memiliki risiko kematian dan penyakit jantung.

Dilansir dari Medical News Today, Sabtu (20/1/2024), duduk terlalu lama, tanpa jalan, maka meniakkan risiko kematian hingga 16% dan penyakit kardiovaskular (34%) dibandingkan dengan mereka yang biasanya tidak duduk, setelah disesuaikan dengan jenis kelamin, usia, pendidikan, merokok, minum, dan indeks massa tubuh.

Penelitian ini melibatkan peserta dalam program pengawasan kesehatan di Taiwan yang ditindaklanjuti antara tahun 1996 dan 2017. Data tentang aktivitas duduk di tempat kerja, aktivitas fisik di waktu senggang, gaya hidup, dan parameter metabolisme dikumpulkan, dan analisis data dilakukan pada bulan Desember 2020.

Duduk terlalu lama di tempat kerja sangat berbahaya bagi orang-orang yang melakukan aktivitas rendah (15-29 menit per hari) atau tidak sama sekali (kurang dari 15 menit per hari).

Dampak bagi kesehatan dari duduk seharian di tempat kerja

Para peneliti menunjukkan bahwa “sebagai bagian dari gaya hidup modern, duduk dalam waktu lama di tempat kerja dianggap normal dan belum mendapat perhatian, meskipun dampak buruknya terhadap kesehatan telah terbukti.”

Banyak orang menilai bahwa duduk lama di kantor merupakan budaya normal di tempat kerja. Namun, banyak orang yang  tidak menyadari dari menormalisasi kondis ini.

Dokter perawatan primer dan direktur medis Florida Injury Center, Kevin Huffman mengatakan duduk di tempat kerja sering kali menyebabkan gaya hidup yang tidak banyak bergerak atau mager/malas gerak.

“Ini berarti kita harus bergulat dengan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung dan diabetes – sebuah akumulasi yang sangat buruk,” kata Huffman.

Dia mengatakan bahwa Orang-orang yang duduk dalam waktu lama mempunyai risiko yang lebih tinggi – 14 persen terkena penyakit jantung dan, yang mengkhawatirkan, sekitar 13 persen terkena kanker.”

duduk lama berisiko penyakit jantung, kanker dan kematian
duduk lama berisiko penyakit jantung, kanker dan kematian

Bagaimana cara menghindari gaya hidup duduk lama di tempat kerja?

Huffman mengatakan solusi untuk lingkungan kerja yang tidak banyak bergerak dapat dilakukan dengan “penyesuaian yang halus – tetapi berdampak – terhadap jadwal harian kita.”

Dia menyarankan agar Anda melakukan modifikasi gerakan, termasuk berdiri sambil menerima panggilan telepon. Alternatifnya, ini bisa berupa jalan-jalan singkat setiap jam. Seluruh upaya ini bersatu untuk mengatasi masalah yang pada akhirnya menjadi masalah menetap yang tidak ada habisnya.

“Daripada mengirimkan email kepada kolega Anda dari kantor sebelah, berjalan-jalanlah sebentar dan libatkan mereka dalam percakapan. Perubahan kecil ini secara signifikan dapat mengurangi total waktu duduk jika diakumulasikan,” tambah Huffman.

American Journal of Preventive Medicine telah melakukan penelitian yang menekankan bahwa mengganti perilaku menetap selama 30 menit dengan aktivitas fisik sederhana – seperti berjalan kaki misalnya – akan meningkatkan kesehatan secara signifikan.

Huffman mengatakan kuncinya adalah konsistensi, apakah latihan tambahan dilakukan di dalam atau di luar kantor. Menurutnya, melakukan aktivitas sederhana seperti jalan cepat, bersepeda – atau bahkan menari bisa sangat manjur. Namun, kunci utamanya terletak pada konsistensi,.

“Jika seseorang berhasil mempertahankan aktivitas sedang hingga berat selama 15 hingga 30 menit ke dalam rutinitas sehari-hari, mereka pasti akan menyaksikan penurunan signifikan dalam potensi risiko terkait penyakit kronis,” tutupnya.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro