Tren Belanja Online di Ramadan 2024: Produk Incaran 'Emak-Emak' Jadi Kunci/Freepik
Entertainment

Tren Belanja Online di Ramadan 2024: Produk Incaran 'Emak-Emak' Jadi Kunci

Aziz Rahardyan
Minggu, 25 Februari 2024 - 08:32
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform omnichannel enabler buat pelaku usaha, SIRCLO menganalisis beberapa produk yang akan laris-manis pada Ramadan 2024, berdasarkan tren selama tiga tahun belakangan.

Chief Operating Officer SIRCLO Danang Cahyono menjelaskan data internal SIRCLO menunjukkan bahwa sepanjang bulan Ramadan tahun 2021 hingga 2023, terdapat pertumbuhan rata-rata angka transaksi belanja online sebesar 62,5% dan peningkatan jumlah konsumen yang berbelanja online sebesar 36,5%.

"Optimisme peningkatan daya beli konsumen dari tahun ke tahun selaras dengan peningkatan yang signifikan dalam minat konsumen untuk berbelanja secara online di era digital ini," ujar Danang dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/2/2024).

Dalam perjalanan mendukung pelaku bisnis pelapak online selama lebih dari satu dekade, SIRCLO pun merangkum data-data perilaku belanja konsumen selama bulan Ramadan yang dapat membantu pelaku bisnis mengoptimalisasi penjualannya di lapak daring, baik melalui website, marketplace, dan live shopping.

"Maka dengan mempelajari tren belanja online yang terkini, kita dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk menyusun strategi penjualan yang tepat sasaran pada bulan Ramadan 2024," tambahnya.

Sebagai contoh, data internal SIRCLO menemukan lima kategori teratas yang paling sering diminati oleh konsumen online selama Ramadan tahun 2023, yaitu Beauty & Personal Care, Healthcare, Home Living, Food & Beverages, dan Fashion. 

Tradisi Ramadan seperti mempersiapkan hampers, menjaga kesehatan selama berpuasa, hingga membeli baju baru untuk Hari Raya Idul Fitri pun menjadi pendorong utama pola belanja ini.

Berdasarkan produk-produk laris itu, terlihat bahwa peran perempuan dalam keluarga, sebagai Ibu dan istri, sangat krusial dalam mengambil keputusan belanja, termasuk saat bulan Ramadan. 

"Menurut data internal SIRCLO, sekitar 40,1% Ibu mencari informasi terkait produk melalui micro-influencers. Sementara dari segi perilaku belanja, 1 dari 3 Ibu berbelanja melalui online. Hal ini menunjukkan pentingnya peran mereka dalam membentuk keputusan pembelian para Ibu," ungkapnya.

SIRCLO pun menemukan bahwa kategori utama belanja online yang diminati para Ibu sejalan dengan tren Ramadan tahun 2023, seperti kebutuhan harian (salah satunya Food & Beverages), Beauty & Personal Care, dan Healthcare. 

Selain itu, SIRCLO juga mencatatkan antusiasme masyarakat semakin terlihat dengan pertumbuhan ukuran keranjang belanja (basket size), khususnya pada kategori Fashion yang meningkat sebesar 12%.

Data dari The Trade Desk turut mendukung temuan ini, dengan menunjukkan bahwa 1 dari 3 konsumen Indonesia cenderung berbelanja lebih banyak selama bulan Ramadan.  

Tak hanya itu, YouGov melaporkan peningkatan pengeluaran di berbagai kategori, di antaranya Food & Beverages (43%), Fashion & Accessories (27%), dan Beauty & Personal Care (20%).  

Berikutnya, soal strategi promosi, SIRCLO melihat momen bulan Ramadan menjadi penting bagi pelaku bisnis, karena berbagai promosi mampu mempengaruhi keputusan belanja konsumen. 

Data TGM Research menunjukkan bahwa 41% responden mencari penawaran dan promosi khusus untuk kebutuhan belanja mereka selama bulan Ramadan. 

Beberapa strategi promosi yang dapat diterapkan oleh pelaku bisnis lintas kategori produk, misalnya strategi bundles & gift untuk produk konsumen yang berputar cepat, termasuk produk Food & Beverages serta Beauty & Personal Care. 

"Strategi ini dapat meningkatkan persepsi nilai produk, mendorong produk percobaan atau produk trial, dan membuka peluang cross-selling," jelasnya.

Selain itu, strategi promosi 'Buy xx Get xx' untuk kategori produk Healthcare pun dirasa akan efektif, karena mengakomodasi konsumen yang fokus pada kepraktisan dalam kebutuhan sehari-hari keluarga.

Selanjutnya, promosi buy more, save more untuk kategori Home Living bisa memperlihatkan kenyamanan dan penghematan biaya. Terakhir, pemberian voucher dapat ditargetkan untuk kategori Fashion, menarik bagi konsumen yang peduli dengan gaya dan tren mode terbaru.

"Jenis-jenis promosi tersebut diharapkan mampu mempertahankan loyalitas konsumen jika dibandingkan dengan pemberian potongan harga semata, karena dapat membangun citra yang lebih tinggi bagi nilai produk," tutupnya.

Penulis : Aziz Rahardyan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro